Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Mbak Retno, Beasiswa, dan Ruang Kepentingan

Gambar
"Setelah aplikasi beasiswa ke Jepang nggak dapet acc dari cowok gue (suami-red), gue jadi berpikir bahwa tujuan gue sekolah lagi bukan semata-mata karena gelar, tapi karena ingin anak gue dapat lebih banyak ilmu dari bundanya" Susunan bahasanya tak persis sama, namun kurang lebih seperti itu intinya. Statement itu mengalir tajam dari seorang Ibu umur 39 tahun dengan 2 anak. Yang masih punya keinginan besar untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Mbak Retno. Begitu saya memanggilnya. Gayanya, pemikirannya, caranya menyikapi sesuatu, termasuk juga semangatnya, terutama untuk meraih impiannya untuk studi ke luar negeri. Yang semakin membuat saya merasa malu dengan diri sendiri. "Nis, gue deg-degan buka link darimu yang presidential scholarship, syaratnya sudah masuk semua, tinggal ngejar esai" Ujarnya suatu ketika, saat saya secara random membagi info tentang salah satu beasiswa yang mensyaratkan umur maksimal 40 tahun. Agak curiga sebenernya, orang ...