Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Melakukan yang Terbaik untuk Keluarga

Gambar
Waktu mak Dea posting bahwa MTK hari ini adalah kelompok terakhir, langsung terkaget lalu secepat kilat scroll up pembagian kelompok MTK. Daan benar dugaanku kalau aku dan pasangan MTK ku memang ada di kelompok terakhir ini. Ya iyalah, karena memang sudah tidak ada kelompok MTK berikutnya. Sambil memastikan lagi nama pasangan MTK ku, aku langsung berpikir cepat apa yang bisa kulakukan dalam waktu yang sempit ini. Huhu, maafkeun ya mak, ini mau pengakuan dosa. Sebenernya lupa bangett ada MTK dan sore ini baru menghubungi mak Intan 🙏 Saat di chat via whatsapp untungnya mak Intan langsung merespon. Ternyata mak Intan enak banget diajak diskusi dan curhat, ehehe. Buktinya obrolan kami mengalir lancar tanpa beban. Mak Intan tinggal di Pengasinan. Ibu dari dua anak laki-laki usia 32 bulan dan 7 bulan. Sehari-harinya selain mengurus keluarga, mak Intan juga disibukkan dengan bisnis serta konsultan mainan anak-anak serta berbisnis beberapa barang kebutuhan bayi. Sudah sekitar 2 tahun ...

Menjaring Memori Masa Kecil dari Ujung Negeri

Gambar
Sumber : Dokumen pribadi "Belajar di waktu kecil seperti lukisan di atas batu”. Begitulah sepenggal kata penuh makna yang disebutkan bersumber dari hadis riwayat Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani. Makna dari hadis tersebut kurang lebih, bahwa aktivitas bermain (sambil belajar) di masa kecil adalah hal yang abadi, akan terus dikenang dalam memori jangka panjang hingga dewasa. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika masa kecil dihabiskan dengan bermain. Utamanya permainan yang bersih, hiburan yang dibolehkan, serta per­siapan jasmani dan olahraga, yang termasuk keharusan bagi setiap Muslim. Maka keharusan itu terlebih dapat dilakukan bagi Muslim ketika ia masih dalam masa kanak-kanak. Tak berbeda dengan masa kecilku dahulu kala. Akupun menikmati peran kanak-kanakku dulu sebagaimana mestinya. Menghabiskan masa kanak-kanak dengan berbagai permainan 'tanpa gadget'. Tak peduli dengan peluh keringat dan terik matahari yang menghujaniku dan teman-teman bermainku kala i...

Buku Penggetar Hati

Gambar
"Mamah, Mii mau baca buku !" ujar anakku riang sambil berlari ke rak buku kami yang mungil dan memilih buku yang disukanya. "Iya Sayang, Silmiy pilih bukunya ya ...," balasku menyambut permintaannya untuk membaca buku. Brakk ... brukk... brakk ... brukk. Beberapa kali suara berdebam itu kudengar dari arah rak buku kami. Nampaknya anak semata wayang kami berusaha mencari-cari buku yang diinginkannya namun tak kunjung menemukan yang dicarinya. Maka beberapa buku yang tak diinginkannya tanpa sengaja dijatuhkannya ke lantai.  Dengan rasa penasaran, kususul anakku yang masih berjibaku dengan buku-buku di depan rak buku mungilnya, " Silmiy ingin buku yang mana Sayang?" "Mii mau buku yang waktu itu Mamah bacakan. Yang bukunya besar, gambarnya gajah." Ia berusaha menjelaskan ciri-ciri buku yang ingin dibacanya.  Aku berpikir keras mengingat-ingat buku yang dimaksudnya. Buku tentang hewan-hewan kah? Buku dongeng fabel kah? Pertanyaan-pert...

Malam Pertama

Gambar
"Barakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma wa jama'a bainakuma fii khoir. Semoga Allah menganugerahkan barokah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barokah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan." Masih terngiang doa-doa nan mengalir indah untuk mereka berdua malam itu. Doa yang begitu agung, begitu dalam, dan memancarkan kebahagiaan setelah perhelatan pernikahan mereka usai digelar. Ini betul-betul malam pertama bagi Sarah dan Firman. Setelah malam-malam sebelumnya mereka saling mendoa dan berpasrah satu sama lain dengan ribuan kilometer jarak diantara keduanya. Lantas malam ini, tak terbayangkan rasanya. Tiba-tiba ada seseorang yang nyata di depan mata selalu ada dalam doa-doa mereka satu sama lain. Akankah malam itu akan menjadi malam pertama yang begitu syahdu seperti cerita-cerita pengantin baru pada umumnya? "Mari kita sholat berjamaah Dek." Ujar Firman canggung, meminta Sarah yang malam itu telah resmi men...

Tips Emak Biker Anti Baper

Gambar
"Tin..tiiin..tiin..tiin!" Suara klakson berbagai macam kendaraan di jalan raya, makin membuat panas suasana siang di jalanan ibukota ini. Emak biker yang lelah luar biasa ikut terpancing emosinya. Alhasil keluarlah berjuta-juta sumpah serapah yang bikin makin panas suasana lengkap dengan klakson yang ditekan  penuh amarah. Bagi emak-emak yang mengandalkan kendaraan motor untuk mobilisasi kemanapun, pasti pernah menghadapi 'neraka dunia' macam ini. Macet, panas, dan emosi. Sumbu pendek pun beraksi. Namun akhirnya hanya jadi makin frustasi dan terjadi friksi-friksi. Hemm, trus harus bagaimana dong? Capek mak, kalau harus kayak gitu terus tiap hari. Beberapa tips berikut mungkin bisa dicoba untuk mamak yang tiap hari bercengkrama dengan jalanan. Pastikan emak memakai busana yang nyaman digunakan ketika berkendara. Ini penting karena jika ada satu jengkal saja yang membuat kita tak nyaman saat di jalanan bisa berakibat tak fokus pada aktivitas menyetir ...

H A R A P A N

Gambar
H A R A P A N ... Apa yang terlintas di pikiranmu saat membaca kata ini? Ada yang bilang harapan itu adalah gambaran masa depan yang diinginkan oleh semua orang. Harapan adalah sesuatu yang dituju oleh semua orang lewat berbagai upaya yang dilakukannya. Harapan adalah target yang akan dicapai oleh semua orang dengan segala kemampuannya. Sama dengan kebanyakan orang, akupun punya harapan. Meskipun dulu aku pernah takut untuk berharap karena khawatir jaraknya akan terlalu jauh dengan kenyataan. Karena jika jarak antara harapan dan kenyataan terlalu jauh, maka akan sakit sekali jika harapan tak terjangkau oleh kenyataan. Lalu akhirnya jatuh berkeping-keping ke tanah yang keras, dan akhirnya tercerai berai tak bersisa. Inilah yang akhirnya membuatku harus memulai perjalanan panjang untuk menggapai harapanku. Perjalanan dari titik nol ke titik-titik berikutnya. Setapak demi setapak. Sedikit demi sedikit. Di titik ini aku mendapat secercah cahaya terang yang akan menuntunku k...

Makna Bahagia menjadi Ibu

Mengetahui dua garis merah di testpack, jujur saja adalah hal yang membuat saya bimbang. Tentu saja ada perasaan bahagia dan syukur atas karunia yang diberikan-Nya, namun di lain sisi juga ada perasaan khawatir karena merasa belum siap dengan amanah yang diberikan oleh-Nya.  Beberapa bulan setelah menikah, belum juga tuntas pembelajaran untuk menjadi sosok istri yang baik, Allah hadirkan lagi amanah berikutnya sekaligus tugas untuk belajar menjadi seorang ibu yang baik bagi anak kami.  Sungguh, amanah menjadi seorang ibu adalah amanah yang tak main-main bagi saya. Bayangkan saja, tiba-tiba saja ada makhluk mungil yang tumbuh dalam rahim, yang sangat kita cintai melebihi diri sendiri, sampai-sampai rela menjaga asupan apapun yang masuk ke dalam tubuh. Kemudian, detik-detik menjelang ia lahir, kita persiapkan dengan nyaris sempurna apa-apa yang diperlukan. Bahkan jika sebenarnya itu bukan sesuatu yang wajib ada, tapi tetap jadi wajib, karena kita, ibunya ingin mempersemb...

Emak Biker

Gambar
Tiap sore saat motor merah matic kesayangan membelah jalanan ibukota. Saat itu juga mamah berpacu dengan waktu untuk sampai di rumah. Demi apa? Tentu saja demi si bocah yang selalu menanti kehadiran mamahnya. Yang akan menyongsongnya dengan ceria ketika mamahnya tiba di pintu gerbang. Yang akan sibuk bercerita dengan bahasanya, tentang apapun yang membuatnya senang. Juga tentu saja untuk memeluk dan mencium mamahnya yang seharian mungkin tegang. Jalanan ibukota yang lengang adalah momen menyenangkan yang dinanti. Namun sayang tak selalu hadir tiap hari. Meskipun begitu merasakan jalanan yang padat ini jadi pengalaman tersendiri. Apalagi ketika menemui ibu lain yang sama-sama beraktivitas mengendarai. Mengendarai kendaraan yang sama membelah jalanan dimana keramaian sulit diurai. Maka merasa tak lagi sepi sendiri. Karena ada ibu-ibu lain yang tiada henti menghadapi perjuangan serupa tiap hari. Terima kasih ibu-ibu bermotor yang selalu menemani sepanjang jalan. Yang di...

Ketika Anak Makin Dewasa

Gambar
Saat merasakan polah tingkah anak yang sejak bayi tak pernah lepas dari emaknya, akan terasa aneh jika tiba-tiba anak-anak berubah jadi lebih mandiri, lebih tenang, dan lebih dewasa. 'Aneh' yang membahagiakan sebenarnya. Mestinya jadi senang dan bangga dong jika anak mengalami fase perubahan yang positif. Namun tak dapat dipungkiri, sebagai emak yang menyaksikan bagaimana si bocah tumbuh dan berkembang, bagaimana si bocah jatuh bangun sejak belum bisa tengkurap sampai sudah bisa lari-lari, dan bagaimana si bocah belajar berkomunikasi dari yang cuma bisa nangis jika perlu sesuatu hingga sudah bisa berbicara bahkan berargumen dengan kita, orang tuanya. Ya, sebagai emaknya yang menyaksikan semua itu pasti terselip rasa kehilangan yang tersembunyi. Saya pribadi merasa takjub dan merasakan perasaan yang aneh tapi 'hangat' ketika menyaksikan momen-momen tersebut terjadi. Seperti momen kemarin sore saat si bocah ditinggal mamahnya untuk mandi. Reaksi biasanya jika mamah...

Ikhlasnya Mamah

Gambar
"Dukk..." "Kyaaa....hu..hu..kyaa..huhu" Suara benda jatuh diikuti dengan tangisan keras si bocah. Saya yang sedang posisi di wastafel dapur terkesiap kaget menyadari bahwa suara "dukk..." barusan adalah suara kepala bocah yang jatuh membentur lantai. Ayahnya yang barusan membantu membersihkan BAB si bocah pun kaget setengah mati. Bukan sekali dua kali si bocah jatuh terpeleset. Beberapa kali dan bukan hanya di kamar mandi. Biasanya bukan kepalanya dulu yang jatuh, sehingga ia pun biasanya langsung bangkit sendiri tanpa drama tangisan. Namun kali ini berbeda. Saya hampir pingsan ketika mengamati tangan saya sehabis mengelus kepala si bocah, ada cairan merah, darah segar. Menyadari bagian belakang kepalanya mengucurkan darah yang tak sedikit sampai bajunya ikut merah terkena darah, saya pun panik tak karuan. Juga penuh penyesalan, kenapa tak memantau si bocah selepas buang air besar tadi. Astaghfirullah, untungnya si ayah segera sigap menyadarka...

Anakku Sayang

Gambar
Anak-anak. Hal apa yang terlintas ketika kata anak-anak disebut? Lucu, menggemaskan, ramai, lincah, tak bisa diam. Dan segudang kata kerja yang menggambarkan betapa anak-anak adalah subyek yang sangat aktif. Dunia akan sepi dan sunyi tanpa anak-anak. Tentu saja, kita sebagai orang dewasa sudah lewat dari masa itu, masa kanak-kanak. Ada yang melewatinya dengan bahagia dan begitu merindukan masa kanak-kanak. Namun ada juga yang begitu ingin melupakan masa kanak-kanak karena kenangan pahit yang menyertainya. Mudah-mudahan sebagian besar kita termasuk pada golongan yang pertama, mengalami masa kanak-kanak yang indah dan menyenangkan. Belakangan ini di media massa seringkali muncul berita yang memprihatinkan tentang makin maraknya kekerasan terhadap anak-anak. Baru siang tadi saya lihat di layar televisi. Berita tentang anak bayi yang dibuang oleh ibu kandungnya sendiri sesaat setelah dilahirkan dari rahim ibu kandungnya, bahkan sebelum dibuang si ibu kandung sempat mencekik kepala...