Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Sosok yang Dirindukan

Gambar
Kata ayah, bagi kami (saya dan kakak saya) memiliki makna terpendam yang mungkin berbeda dari kebanyakan ayah pada umumnya. Kami tak mendapati sosok ayah sejak saya di bangku SMP. Ayah dan ibu kami berpisah, saat usia saya 13 tahun. Ada konflik internal yang membuat keputusan orang tua kami bulat untuk berpisah. Awalnya memang sangat berat, sangat aneh, sangat risih dengan pandangan orang lain terhadap keluarga kami. Namun ayah tetap ada di hati kami. Selalu ada, dan tak akan pernah terganti. Setelah ayah dan ibu kami berpisah, tak ada yang berbeda dari perlakuan ayah terhadap kami. Beliau tetap menjadi ayah kami yang selalu hadir saat kami perlukan. Saat beliau meninggal, kami baru tahu bahwa beliau, ternyata sakit keras selama ini. Ayah tidak pernah menceritakan sama sekali perihal sakitnya kepada kami. Ayah tak pernah membuat kami khawatir karena sakitnya.  Yah memang tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai ayah kami. Karena tidak cukup banyak waktu yang kami lalui ...

Pahlawan Dulu, Kini, dan Nanti

Dari balik kemudi motornya, seorang perempuan muda berkali-kali melihat ke arah arloji di tangannya. Hujan gerimis masih mengiringi perjalanannya sejak motor yang ditungganginya keluar dari parkiran motor kompleks Kemdikbud Senayan. Sementara itu motornya belum juga bergerak dari posisinya, karena lampu lalu lintas yang tak kunjung berganti hijau. Kemacetan di depan persimpangan jalan itu, makin membuat hatinya kalut. Raut mukanya terlihat makin cemas, ketika menemui kenyataan bahwa di ujung jalan yang akan dilaluinya, genangan air menggenang dengan ketinggian hampir selutut orang dewasa. Ibu dari satu orang gadis kecil ini pun menguatkan-nguatkan hatinya untuk melaju terus melawan genangan air yang timbul akibat hujan besar sore ini. Tak lama motornya pun melaju, perlahan namun pasti melewati genangan air besar di ujung jalan tadi. Alhamdulillah. Kalimat ini keluar dari mulutnya dengan penuh rasa lega di dada. Namun ternyata perjuangan belum usai. Di belokan jalan pertama dengan k...