Sosok yang Dirindukan
Kata ayah, bagi kami (saya dan kakak saya) memiliki makna terpendam yang mungkin berbeda dari kebanyakan ayah pada umumnya. Kami tak mendapati sosok ayah sejak saya di bangku SMP. Ayah dan ibu kami berpisah, saat usia saya 13 tahun. Ada konflik internal yang membuat keputusan orang tua kami bulat untuk berpisah. Awalnya memang sangat berat, sangat aneh, sangat risih dengan pandangan orang lain terhadap keluarga kami. Namun ayah tetap ada di hati kami. Selalu ada, dan tak akan pernah terganti. Setelah ayah dan ibu kami berpisah, tak ada yang berbeda dari perlakuan ayah terhadap kami. Beliau tetap menjadi ayah kami yang selalu hadir saat kami perlukan. Saat beliau meninggal, kami baru tahu bahwa beliau, ternyata sakit keras selama ini. Ayah tidak pernah menceritakan sama sekali perihal sakitnya kepada kami. Ayah tak pernah membuat kami khawatir karena sakitnya. Yah memang tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai ayah kami. Karena tidak cukup banyak waktu yang kami lalui ...