Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Mbak Retno, Beasiswa, dan Ruang Kepentingan

Gambar
"Setelah aplikasi beasiswa ke Jepang nggak dapet acc dari cowok gue (suami-red), gue jadi berpikir bahwa tujuan gue sekolah lagi bukan semata-mata karena gelar, tapi karena ingin anak gue dapat lebih banyak ilmu dari bundanya" Susunan bahasanya tak persis sama, namun kurang lebih seperti itu intinya. Statement itu mengalir tajam dari seorang Ibu umur 39 tahun dengan 2 anak. Yang masih punya keinginan besar untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Mbak Retno. Begitu saya memanggilnya. Gayanya, pemikirannya, caranya menyikapi sesuatu, termasuk juga semangatnya, terutama untuk meraih impiannya untuk studi ke luar negeri. Yang semakin membuat saya merasa malu dengan diri sendiri. "Nis, gue deg-degan buka link darimu yang presidential scholarship, syaratnya sudah masuk semua, tinggal ngejar esai" Ujarnya suatu ketika, saat saya secara random membagi info tentang salah satu beasiswa yang mensyaratkan umur maksimal 40 tahun. Agak curiga sebenernya, orang ...

Memetakan Kegundahan

Gambar
Kalian sering tidak, merasa seperti ini? "Merasa banyak hal tak terjelaskan dengan baik, merasa banyak hal tak tertangkap dengan tepat, merasa samar dengan apapun yang sudah berusaha kita perjelas plot nya" Kemudian, jika sudah begitu, seolah-olah selalu memerlukan me time  sesering dan selama mungkin. Kenapa begitu? Karena kalau berada diantara orang lain, rasanya lebih sulit mengelola perbedaan ekspektasi yang timbul, rasanya lebih susah melenyapkan hal-hal yang membuat kita merasa tak beruntung (atau kurang bersyukur). Bahkan keinginan me time  itu bisa juga muncul karena ingin meminimalkan ruang interaksi antara kita dengan orang lain. Mungkin itulah yang biasa disebut galau atau gundah? Wajar, setiap orang rasanya pasti pernah mengalami hal ini. Yang tidak wajar adalah jika terus menerus larut dan berlebihan dengan kegundahan berkepanjangan. Nah, agar tak berkepanjangan dengan gundah, ada baiknya mencoba memulai untuk mengakhirinya. Saya menyebutnya dengan ...
Gambar
"Andaikan kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu,  pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya" (Ibnu Qoyyim) Sumber : indoenergi