Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

Berangkat dari apa, Tujuan itu?

Lumayan juga mengingat-ingat definisi tujuan....SAKRAL!!! Baru saja ngobrol dengan saudari saya, Novianti, "Wow, bahaya Vi, kalo gak punya tujuan??Ndak boleh kayak gitu!!" So, that's right Sist, but that's reality. Mungkin bukan tanpa tujuan, tapi tak pernah lagi benar-benar 'berangkat' dari sebuah tujuan. Yang ada hanyalah memandang, menatap, menimbang-nimbang dan memanfaatkan sebuah kesempatan. Tentu saja kesempatan bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan pijakan atau pegangan untuk menentukan suatu tujuan. Resikonya besar, tapi bisa juga hasil yang didapatkan juga memang memuaskan, tapi yang kedua, memang tidak ada jaminan temann!! Kata kunci : tujuan memang bukan sekali dua kali menjadi pokok bahasan akhir-akhir ini. Bahkan sempat menjadi sesuatu yang dipertanyakan oleh adek-adek kepada saya-sebagai yang dianggap paham,yg padahal saya pun juga gamblang. Dan jawaban andalan saya adalah sering seperti ini "kadangkala kita tidak pernah benar-benar paham ...

Apalah arti sebuah kesempatan??

"Gak bener kalo kesempatan datang dua kali, tapi yang bener manfaatkan waktu di setiap kesempatan yang diberikan......" Quote ini yang muncul di layar message ponsel saya pagi tadi, ketika meminta saran untuk memutuskan sesuatu. And this word still be mystery for my chance............. Continue.... Tulisan di atas saya tulis tadi siang, sebelum saya 'masuk dan mencoba' kesempatan itu. Dan..yeahh... It's real QUOTE...Dan saya semakin paham maknanya, bahwa kesempatan memang tidak datang dua kali, tapi manfaatkan waktu di setiap kesempatan yang datang. Jadi ceritanya, meskipun bukan kesempatan itu yang benar-benar menjadi milik kita tapi, "Kesempatan itulah yang memberikan kunci bagi kesempatan lain untuk terbuka", atau dapat dikatakan seperti ini, "Kesempatan itulah yang menuntun arah ke jalan menuju kesempatan lain." Jadi, saya cukup legaaa telah tidak melewatkan kesempatan begitu saja. This is the Chance Science = Ilmu Kesempatan. Terima ...

Di sela-sela Menggapai Garis Batas

Di sela-sela menggapai garis batas 'deadline' tepatnya..., sempat-sempatnya memikirkan sesuatu yang butuh otak dingin untuk bener-bener konsentrasi. That's about 'life mapping'....Yeah, lagi-lagi life mapping yang belomm bener-bener saya buat untuk dijalankan!! What's your aim actually? What's your passion actually? And what's yourself!!!!!!! "Ya Rabb..........saya percaya dan pasrah kepada apapun jalanmu" Itu sedikit petikan dari doa-doa saya...tapi saya jadi ngeri dan kritis sendiri, 'percaya dan pasrah' tuh benar-benar tidak cukuuuupp. Mapping be easier to go a head. Pemetaan akan lebih memudahkan segalanya untuk melanjutkan jalan. Jika mapping masih terlalu gamblang dan berat, setidaknya "koridor" alias "katalog" kehidupan kita, yg jadi 'the real principal' sehingga memudahkan kita untuk memilah dan memilih mana yang sesuai untuk kita. Idealisme?? Mungkin semacam itu, tapi menurut saya, tidak perlu ter...

Jadi, Menulis untuk Apa??

Gambar
Duluuuuu sekali, sejak SMP sampai sebelum punya banyak aktivitas saat kuliah, saya sangat,sangat addicted dengan menulis, bahkan sejak SMP sudah punya 4 diary (yang sudah saya bakar), dan saat SMA saya sering jadi sekretaris (terutama sekretaris OSIS), karenaaa.....-kata mereka vocabulary dan pemilihan kata saya saat menulis proposal kegiatan atau surat apapun baguuss!!(terlepas dr fasilitas printer di rumah, hehe).Bahkan saya sempet ikut merintis lahirnya MAJALAH sekolah saya -FORMADA- and sure, as editorial secretary. Inti daripada inti adalaaaah, dunia menulis sesungguhnya sempat mendarah daging dan sempat menjadi favorit activity saya selama hiduuuuppp. Sampe sekarang pun, actually masih ada sisa-sisanya...buktinya, saya sempet -mendadak, nulis artikel tentang pemuda untuk majalah VIVAT nya BEM ITS (sebenernya gak segitunya jg sih, hanya merasa bertanggungjawab ke si Nila karna Kesma belom ngirim artikel..hehe^_^), dan sempet mendadak nulis beberapa pewacanaan untuk prodem dan it...