Di sela-sela Menggapai Garis Batas

Di sela-sela menggapai garis batas 'deadline' tepatnya..., sempat-sempatnya memikirkan sesuatu yang butuh otak dingin untuk bener-bener konsentrasi. That's about 'life mapping'....Yeah, lagi-lagi life mapping yang belomm bener-bener saya buat untuk dijalankan!!
What's your aim actually? What's your passion actually? And what's yourself!!!!!!!
"Ya Rabb..........saya percaya dan pasrah kepada apapun jalanmu"
Itu sedikit petikan dari doa-doa saya...tapi saya jadi ngeri dan kritis sendiri, 'percaya dan pasrah' tuh benar-benar tidak cukuuuupp. Mapping be easier to go a head. Pemetaan akan lebih memudahkan segalanya untuk melanjutkan jalan. Jika mapping masih terlalu gamblang dan berat, setidaknya "koridor" alias "katalog" kehidupan kita, yg jadi 'the real principal' sehingga memudahkan kita untuk memilah dan memilih mana yang sesuai untuk kita. Idealisme?? Mungkin semacam itu, tapi menurut saya, tidak perlu terlalu khawatir dengan sebuah idealisme. Idealisme kadangkala cukup sadis untuk dibayangkan, karena ketika dibayangkan, dari kata idealisme yang keluar adalah "aktivis mahasiswa!!"-LOH? Nah, ini yang namanya peyorasi-pergeseran makna yang sudah terlalu umum dipakai di kalangan mahasiswa sehingga kalo ada yg lagi ngomongin idealisme, identiknya sama mahasiswa. Padahal idealisme itu bisa jadi milik siapapun!!-termasuk saya.
Idealisme itu sah saja asal dirasionalkan dengan realistis. Dan tentu saja sebuah idealisme itu seharusnya punya esensi-menurut saya. Karena idealisme itu ada untuk mencapai sebuah tujuan bukan?? It means bahwa idealisme adalah fasilitator menuju mimpi besar kita!!
So, mari manfaatkan idealisme kita sesuai tujuan masing-masing..........
Idealisme is the way of reaching our dreams, isn't it?

GMC17-23.23-vv

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang perlu dilakukan sebelum memilih sekolah untuk anak

menjaga fitrah lewat berkisah

Bercerita sesuka hati