Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Sosok yang Dirindukan

Gambar
Kata ayah, bagi kami (saya dan kakak saya) memiliki makna terpendam yang mungkin berbeda dari kebanyakan ayah pada umumnya. Kami tak mendapati sosok ayah sejak saya di bangku SMP. Ayah dan ibu kami berpisah, saat usia saya 13 tahun. Ada konflik internal yang membuat keputusan orang tua kami bulat untuk berpisah. Awalnya memang sangat berat, sangat aneh, sangat risih dengan pandangan orang lain terhadap keluarga kami. Namun ayah tetap ada di hati kami. Selalu ada, dan tak akan pernah terganti. Setelah ayah dan ibu kami berpisah, tak ada yang berbeda dari perlakuan ayah terhadap kami. Beliau tetap menjadi ayah kami yang selalu hadir saat kami perlukan. Saat beliau meninggal, kami baru tahu bahwa beliau, ternyata sakit keras selama ini. Ayah tidak pernah menceritakan sama sekali perihal sakitnya kepada kami. Ayah tak pernah membuat kami khawatir karena sakitnya.  Yah memang tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai ayah kami. Karena tidak cukup banyak waktu yang kami lalui ...

Pahlawan Dulu, Kini, dan Nanti

Dari balik kemudi motornya, seorang perempuan muda berkali-kali melihat ke arah arloji di tangannya. Hujan gerimis masih mengiringi perjalanannya sejak motor yang ditungganginya keluar dari parkiran motor kompleks Kemdikbud Senayan. Sementara itu motornya belum juga bergerak dari posisinya, karena lampu lalu lintas yang tak kunjung berganti hijau. Kemacetan di depan persimpangan jalan itu, makin membuat hatinya kalut. Raut mukanya terlihat makin cemas, ketika menemui kenyataan bahwa di ujung jalan yang akan dilaluinya, genangan air menggenang dengan ketinggian hampir selutut orang dewasa. Ibu dari satu orang gadis kecil ini pun menguatkan-nguatkan hatinya untuk melaju terus melawan genangan air yang timbul akibat hujan besar sore ini. Tak lama motornya pun melaju, perlahan namun pasti melewati genangan air besar di ujung jalan tadi. Alhamdulillah. Kalimat ini keluar dari mulutnya dengan penuh rasa lega di dada. Namun ternyata perjuangan belum usai. Di belokan jalan pertama dengan k...

NICE HOMEWORK #3 Membangun Peradaban dari dalam Rumah

Jika membaca judul dari materi ketiga matrikulasi IIP kali ini : Membangun Peradaban dari dalam Rumah. Hmm, agak lumayan berat jika ditanggapi dengan serius. Dengan kata “Peradaban”yang muncul diantara frasenya, mungkin yang terbersit di benak kita adalah hal-hal berat yang berorientasi ke suatu budaya dalam masyarakat (sesuai dengan makna dari kata peradaban, yaitu kebudayaan). Sudah buru-buru membayangkan bakal sesusah apa ya Nice Homework nya? Semoga tetep Nice ya, wong namanya aja “nice”homework. Ternyata eee ternyata Nice Homework nya jadi yang paling menyenangkan diantara Nicehomework sebelum-sebelumnya…Hihii… Pekerjaan rumah mana yang tak lebih menyenangkan daripada jatuh cinta lagi ke suami. Iya, iya, kita, para ibuibu ni PeeR nya disuruh jatuh cinta lagi dan bikin surat cinta buat suami. Asiiik, ini mah modus yang terfasilitasi dengan sempurna. Yang biasanya malu, gengsi mau ngungkapin sayang, sekarang ada momennya, ada alesan, “karena ngerjain PR dari kelas Matriku...

NICE HOMEWORK #2 “Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan”

Minggu kedua matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #3 Depok 1 ini, kami belajar tentang menjadi ibu professional kebanggan keluarga. Dan seperti biasa, ada Nice Homework yang sedang menanti untuk dikerjakan. Kali ini NHW kami adalah membuat checklist indikator profesionalisme perempuan. Sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu. Untuk memenuhi tugas tersebut, kami harus mengumpulkan data melalui responden langsung, yaitu suami dan anak. Nah, karena beberapa hari ini suami pulang malam terus, jadilah kami diskusikan tentang NHW ini saat menjelang tidur. Saat ditanya tentang indikator istri seperti apa yang membuatnya bahagia, katanya perlu waktu buat mempertimbangkan jawabannya. Saya sempet khawatir, wow pertanyaan ini bener-bener membuatnya berpikir, jangan-jangan saya belum melakukan banyak hal yang dia inginkan sebagai istri. Saking seriusnya nanggepin pertanyaan ini, kami pun bikin janji buat diskusi dan mengerjakan NHW bersama saat Jumat malam *mepet sih, tap...

Nice Homework #1 (Adab Menuntut Ilmu)

Wow, malem ini begitu sampai rumah dan lihat notifikasi di grup MIIP batch#3 Depok 1, sudah pada banyak yang setor Nice Homework. Ibu-ibu di grup satu ini memang luar biasaaa kereeeen. Semangat belajar, keikhlasan, dan energinya bener-bener menular. Yaa meskipun saya tak seaktif ibu-ibu lainnya -ga aktifnya lebih karena terpesona dan terkagum-kagum sama diskusi ibu-ibu di grup sih- diulang lagi yah, saya memang tak seaktif ibu-ibu keceeh di grup, namun....serius deh dari rumah, di jalan menuju kantor, sampai udah nyampe kantor, saya nyimaak dengan sebaik-baiknya ^_^ Setelah materi perdana tentang Adab Menuntut Ilmu, ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dengan nice ;) Yess nice homework !! Sambil mencermati dan meresapi lagi NHW yang harus dikerjakan, saya iseng diskusi sama suami. "Menurut mas, apa yang penting dipelajari sekarang?" "Hmm...Gimana kalo desain interior?" "Hah, kenapa? Biar rumahnya lebih rapi yaa -_-" "H...