Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Simplicity

Siapa bilang kembali ke kota lebih menyenangkan daripada hidup di pinggir hutan ? Pinggir hutan, yang kami sebut sebagai desa Nanga Lauk, yang letaknya di tepi sungai Batang Palin, tempat yang tak terjamah oleh modernisasi suasana kota. Terbukti dengan amat terbatasnya sinyal, listrik, dan makanan bergizi. Tapi penuh dengan kesederhanaan dan keterbatasan. Kesederhanaan. Kata kunci untuk sumber kebahagiaan yang berhasil kami bentuk dan sugesti selama setahun disana. Dan kata itulah yang sekarang amat dirindukan. Rindu setengah mati. Rindu tak mengetahui kabar apapun karena keterbatasan sinyal. Rindu tak bisa nonton TV karena tak ada listrik. Rindu tak bisa makan yang diinginkan karena disana cuma ada ikan. Rindu tak bisa tidur siang karena jadwal yang padat tiap waktu. Rindu tak bisa cerita masalah apapun ke siapapun karena masalah apapun harus dihadapi sendiri. Rindu dengan perasaan menerima apa adanya, karena tiap waktu adalah belajar kesederhanaan dari mereka. Saya pun mulai menyad...