Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Jurnal Kedua Bunda Cekatan : Menata Keterampilan untuk Bahagia

Gambar
Kelas Bunda Cekatan, sesuai namanya pesertanya pun sebisa mungkin harus cekatan. Pada materi pertama diminta untuk membuat kuadran 'bisa-suka' pada telur hijau. Kemudian di materi kedua diminta membuat kuadran 'penting-mendesak'. Ternyata ada beberapa hal di kuadran 'bisa-suka' yang tidak terlalu penting untuk kebahagiaan saya dan keluarga, jadi saya mencoba merevisi beberapa hal di kuadran 'bisa-suka' untuk dimasukkan ke kuadran 'penting-mendesak'.  Pada kuadran 'penting-mendesak' ada hal baru yang menurut perenungan mendalam saya penting untuk dituliskan, yaitu : memperdalam agama. Saya pribadi punya agenda spesifik untuk resolusi tahun depan antara lain : sedang progres ikut kelas belajar tauhid dan selanjutnya ingin ikut kelas tahsin, dan target ikut kajian agama sebulan sekali. 'Belanja Gagasan' juga saya masukkan pada kuadran 'penting-mendesak' karena ini perlu keterampilan. Saya punya banyak ga...

Toilet Training : Sebuah Perjalanan Menuju Fase Awal Thaharah

Gambar
Sumber gambar :  https://www.pbcexpo.com.au/toddler/toddler-development/toilet-training/ Bulan Agustus ini, genap tiga tahun sudah kami menjadi orang tua Silmiy. Yang artinya bahwa, telah tiga tahun kami bertumbuh bersama anak semata wayang kami, dan akan terus bertumbuh nanti, Insyaa Allah. Banyak sekali fase luar biasa yang dijalani baik bagi Silmiy maupun kami orang tuanya. Adalah Toilet Training , yang merupakan salah satu fase luar biasa dalam perjalanan kami sebagai orang tua. Melatih Silmiy untuk buang air besar dan buang air kecil di toilet, sesungguhnya adalah fase yang sangat penting pada usianya yang menjelang tiga tahun ini. Tunggu... melatih mungkin bukan kata yang tepat. Mungkin lebih tepat :  menjaga kembali fitrah  keimanan dan fitrah seksualitas untuk menyukai kesucian dan kebersihan tubuh. Karena fitrah anak untuk menyukai kesucian dan kebersihan sejak bayi hingga menjelang tiga tahun telah terlanggar, maka kami merasa fase Toilet Training in...

Membantu Orang Terdekat Mengatasi Emosinya, bisakah? (part 2 dari Mengalirkan Emosi dan Menyayangi Diri Sendiri)

Gambar
Pernah tidak sih, pas ada orang terdekat yang sedang cerita masalah pribadi, karena tidak ingin melukai perasaan orang tersebut, kita jadi merasa serba salah, serba tak berani merespon, serba hati-hati, dan serba sungkan. Saking hati-hatinya, cuma bisa merespon dengan "oo...gitu" sambil gaya manggut-manggut yang agak dibuat-buat supaya kelihatan perhatian dan peduli. Topik ini pernah dibahas juga lo, saat Workshop Healing bersama mba Prita. Masih ingat kan tulisan tentang "mengalirkan emosi dan menyayangi diri sendiri" Meskipun sudah sangat lama, namun setidaknya sharing soal workshop healing ini harus tuntas plus terdokumentasi lengkap. Siapa tahu di kemudian hari akan bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Jadi ceritanya, setelah tulisan part 1 tentang mengalirkan emosi dan menyayangi diri sendiri, tuntas, beberapa orang nagih ingin tau lanjutannya di part 2. Jadilah bagian ini jadi semacam hutang yang harus segera dibayar. Pada workshop sesi...

Mengalirkan Emosi dan Menyayangi Diri Sendiri

Gambar
"Pernah nggak sih, merasa marah atau sedih, tapi pas ingin cerita, direspon dengan 'kamu harusnya bersyukur', 'yang sabar ya', 'ya ga papa, senyum dong' (*kalo yang ini kudu senggol pak suami 😁) Mba Prita mengawali workshop pagi itu dengan pernyataan-pernyataan ini. Jlebb kan. Persis banget dengan apa yang pernah dialami, baik sebagai objek atau subjek. Merasa mangkel (jengkel) namun juga bersalah pernah melakukan itu ke orang lain. Sejak awal memang mba Prita sebagai narasumber sudah membuat kami, para emak, tertampar dan terus tertampar hingga lebam (lebay😁) dengan semua pernyataannya. Namun kami jadi menikmati semua penjelasannya karena semua yang dikatakannya memang benar adanya. Dyah Pratitasari, COD (DONA) yang biasa dipanggil mba Prita adalah seorang certified Capacitar International Facilitator for Trauma Healing. Dalam workshop yang diadakan dalam rangka wisuda peserta matrikulasi IIP batch 7 serta sekaligus halal bihalal IP Depok, beliau me...

Jurnal Refleksi Fasilitator 4 : Memulai dari 0 km

Pekan keempat membersamai kebangkitan para Ibu Profesional yang makin tajam dan fokus dalam menemukan misi hidupnya.  Awal pemberian materi, kelas makin hidup, makin bangkit ghiroh belajarnya. Apalagi materi keempat ini adalah : "Mendidik dengan Kekuatan Fitrah".  Suatu ketika saat sesi SOTD, ada salah satu peserta yang memperkenalkan dirinya dan menjelaskan bahwa ia aktif di komunitas HEbAT. Ia berbagi banyak hal tentang parenting dan membuat portofolio anak. Alhamdulillah banyak peserta yang akhirnya tertarik untuk bergabung dengan komunitas ini. Di sesi lain, kami mengupas habis, bagaimana konsep pendidikan FBE sebenarnya.  Alhamdulillah di akhir sesi diskusi materi, saya sempat tanyakan tentang keterkaitan sejak materi 1 hingga materi 4. Sehingga menajamkan apa yang sebetulnya sedang mereka pelajari. Dan hasil diskusi mengerucut pada satu clue : "Raise your child, raise your self" Maka, para peserta pun paham mengapa tahapan materi yang disampaikan se...

Jurnal Refleksi Fasilitator 3 : Berbinar-binar Bersama Keluarga

Tiga pekan dan tiga materi serta tiga NHW telah terlampaui. Pada materi ketiga ini, semakin antusias respon dari peserta MIIPB7 Kelas Depok 1. Setelah saya share materi dan kami berdiskusi tentang materi : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, NHW pun dibagi. Lantas kelas jadi heboh dengan tugas pada poin pertama, yaitu menulis surat cinta. Namun sayangnya, tak demikian dengan NHW yang dikumpulkan. Jumlah yang dikumpulkan hingga H-1 benar-benar merosot tajam. Baru pada detik-detik terakhir saja serangan NHW secara bertubi-tubi memenuhi platform GC kelas kami. Ada beberapa orang berkomunikasi melalui jaringan pribadi untuk menanyakan lebih mendalam tentang materi dan NHW yang harus dikerjakan. Salah satu diantaranya bertanya tentang keterkaitan/benang merah antara NHW 1-3. Saya jadi bergidik. Ini dia hal yang belum saya sampaikan dan belum saya fasilitasi untuk dipahami bersama di kelas. Bukan hanya menyampaikan strong why, namun juga keterkaitan antar materi. Maka atas evaluasi ini, ...

Jurnal Refleksi Fasilitator 2 : Menyaksikan Kebangkitan Para Calon Ibu Profesional

Pekan kedua di kelas matrikulasi IIP Batch 7 Kelas Depok 1 berjalan dengan lebih baik daripada pekan sebelumnya. Sesi diskusi berjalan lebih teratur dan terarah, berkat rule diskusi yang telah disepakati di kelas. Presensi sebelum memulai forum di kelas juga telah diterapkan. Peserta yang berhalangan tidak bisa menyimak pun memohon izin untuk tidak menyimak, sehingga adab untuk menuntut ilmu dapat dipraktikkan secara nyata dan tepat setelah ilmu didapatkan. Dan kami semua di kelas, tentu saja sudah merasakan manfaatnya. Kelas jadi lebih nyaman dan kondusif serta lebih beradab karena semua peserta berkomitmen untuk saling menghormati demi menuntut ilmu sesuai adab. Hal lain yang menjadi penanda kemajuan di kelas saat sesi kedua ini adalah makin banyaknya pertanyaan dan opini yang muncul dan dibahas saat diskusi di kelas. Saya pribadi lebih memaknainya sebagai : gairah belajar yang makin besar untuk mendalami ilmu sebagai individu, istri, dan ibu. Bahkan ada beberapa peserta yang...

Jurnal Refleksi Fasilitator Sesi 1 : Langkah Baru Menebar Manfaat

Alhamdulillah terucap dengan sangat syahdu pada akhir pekan ini. Rasanya banyak beban yang terlepas disertai nafas lega yang terhembus dari dada. Sesi pertama matrikulasi batch 7 telah terlewati dengan baik. Rasanya sudah semakin paham gambaran bagaimana memandu kelas Depok#1 supaya fokus menemukan misi hidupnya lewat materi-materi matrikulasi yang diberikan hingga sesi ke sembilan nanti.  Pada awalnya sangat tidak gampang memulai kelas yang saya belum paham karakteristiknya, apalagi hanya dalam waktu sehari setelah perkenalan, saya harus segera menyampaikan materi pertama kelas matrikulasi. Saya mencoba menggali informasi dari wali kelas Depok #1 yaitu Mak Diyan Marenti (di IP Depok, ibu-ibu biasa memanggil dengan sebutan 'mak'), yang untungnya sangat bisa diandalkan untuk mengawal kelas matrikulasi Depok #1. Setelah pembagian region fasilitator dan walas dirilis, Mak Diyan mulai memberikan saya deskripsi bagaimana kondisi kelas, kemudian informasi apa saja yang sejauh ...