Membantu Orang Terdekat Mengatasi Emosinya, bisakah? (part 2 dari Mengalirkan Emosi dan Menyayangi Diri Sendiri)
Pernah tidak sih, pas ada orang terdekat yang sedang cerita masalah pribadi, karena tidak ingin melukai perasaan orang tersebut, kita jadi merasa serba salah, serba tak berani merespon, serba hati-hati, dan serba sungkan. Saking hati-hatinya, cuma bisa merespon dengan "oo...gitu" sambil gaya manggut-manggut yang agak dibuat-buat supaya kelihatan perhatian dan peduli.
Topik ini pernah dibahas juga lo, saat Workshop Healing bersama mba Prita. Masih ingat kan tulisan tentang "mengalirkan emosi dan menyayangi diri sendiri"
Meskipun sudah sangat lama, namun setidaknya sharing soal workshop healing ini harus tuntas plus terdokumentasi lengkap. Siapa tahu di kemudian hari akan bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.
Jadi ceritanya, setelah tulisan part 1 tentang mengalirkan emosi dan menyayangi diri sendiri, tuntas, beberapa orang nagih ingin tau lanjutannya di part 2. Jadilah bagian ini jadi semacam hutang yang harus segera dibayar.
Pada workshop sesi kedua, mba Prita mengajak kami untuk mencari pasangan yang bisa diajak untuk melakukan simulasi atau praktik bagaimana membantu orang terdekat yang punya masalah secara emosional. Kalau biasanya kita cuma bisa bilang "tenang, badai pasti berlalu...", yaa masalahnya gimana melalui badai yang mungkin bakal lama berlalunya ini nih. Ternyata menurut mba Prita ada teknik-teknik tertentu yang bisa dilakukan ke orang lain yang sedang mengalami masalah yang berat.
Dalam postingan sebelumnya, dikatakan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama ketika ingin membantu orang lain menghadapi situasi yang sulit, yaitu melalui pernapasan, sentuhan, ketukan, dan body movement.
Nah, dalam capacitar emergency kit, disebutkan bahwa sentuhan pada jari atau memegang jari dapat mengatasi emosi yang sedang buruk. Manfaatnya dapat membawa rasa damai, tenang, dan fokus, sehingga lebih tenang dalam membuat suatu keputusan. Ada bagian-bagian tertentu yang bisa dipegang sesuai jenis emosinya. Seperti gambar berikut.
![]() |
| Praktik memegang jari yang bisa dilakukan ketika merasakan emosi yang kurang stabil Sumber : Capacitar Emergency Kit disajikan saat Workshop Diah Pratitasari |
Praktik memegang jari bisa dilakukan oleh diri sendiri maupun orang lain. Namun lebih sering dilakukan oleh diri sendiri, karena sangat memungkinkan dan lebih mudah dilakukan oleh diri sendiri. Saat saya mencobanya di sesi praktik bersama mba Prita, benar juga, saat dilakukan dengan sepenuh hati, memegang jari terasa lebih menenangkan dan membuat diri lebih kalem. Semua perasaan mengalir begitu saja mengiringi hembusan napas yang keluar secara perlahan.
Selain itu ada juga praktek dengan teknik pemegangan yang bisa dipraktekkan kepada orang lain. Namun sebelum melakukannya, kita wajib meminta izin apakah berkenan jika orang yang bersangkutan disentuh oleh kita. Karena orang yang sedang merasakan sakit hati, marah, dan kecewa bisa jadi sangat sensitif, sehingga untuk menyentuh saja sebaiknya meminta izin dahulu.
Teknik pemegangan ini berfungsi untuk mengatasi kecemasan, rasa sakit jiwa raga, trauma, rasa marah, takut, kesulitan tidur dan untuk relaksasi yang dalam. Melalui energi yang mengalir di tangan kita, kita mempunyai kekuatan untuk membawa rasa damai yang dalam, harmoni dan penyembuhan untuk badan, pikiran dan jiwa. Gerakan ini bisa dilakukan selama beberapa menit sambil melakukan pernapasan perut yang dalam untuk membantu kelancaran pelepasan emosi atau perasaan. Pegangan yang dilakukan adalah sangat ringan, tanpa tekanan, dan jika ada orang yang tidak suka di pegang karena trauma yang dialami di
dalam hidupnya, pegangan ini bisa dilakukan di energi yang melingkupi badannya (tanpa menyentuh badan orang tersebut).
Berikut merupakan beberapa praktik pemegangan yang bisa dilakukan untuk membantu orang lain.
![]() |
| Teknik Pemegangan untuk membantu orang lain dengan kondisi emosi tidak stabil Sumber : Capacitar Emergency Kit disajikan saat Workshop Diah Pratitasari |
- Pemegangan Halo : Dilakukan dengan meletakkan kedua telapak tangan yang membuka kita di samping kanan dan kiri dari kepala orang bersangkutan, namun tidak perlu menempel. Saat memposisikan telapak tangan di samping kepala, lakukan sembari menyalurkan energi positif seolah energi tersebut akan dapat memulihkan emosi negatif yang menempel pada orang bersangkutan.
- Pemegangan Kepala : Satu tangan memegang dengan ringan bagian atas dahi, tangan yang satu memegang bagian bawah dari kepala. Energi dari tangan berhubungan dengan bagian otak yang ada hubungannya dengan emosi dan ingatan.
- Pemegangan Ubun-ubun : Kedua ibu jari bertemu dan diletakkan pada tengah-tengah ubun-ubun diatas kepala. Ujung –ujung jari diletakkan dengan lembut di bagian atas dahi., Cara pemegangan ini dikombinasikan dengan pernapasan jika dilakukan dalam pijat badan untuk bisa membantu pelepasan emosi.
- Pemegangan Bahu : Kedua tangan diletakkan secara lembut di atas kedua bahu, tepat di badan yang berhubungan dengan kecemasan dan beban dalam hidup.
- Pemegangan Dada : Satu tangan diletakkan di atas tulang dada di bagian atas dada. Tangan yang satu lagi menyentuh bagian atas punggung , dibalik jantung. Bagian sekitar jantung/ dada seringkali menjadi tempat dimana kesakitan emosional, luka masa lalu, kesedihan dan kemarahan berkumpul. Tarik napas yang dalam dan bayangkan kesakitan yang tersimpan didalam hati mengalir keluar kedalam bumi. Bisa juga mengerjakan cara pemegangan ini beberapa centimeter dari badan untuk menghormati perasaan orang yang menerima pemegangan ini.
- Penutupan : Dengan menggunakan tangan, sapukan secara ringan bagian luar badan – daerah energi orang ini. Bagian ujung dari kaki juga bisa dipegang untuk membumikan (ground) orang ini.
Sumber : Capacitar Emergency Kit
Setelah semua tuntas dilakukan, tinggal memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Praktik-praktik yang dilakukan tersebut tak serta merta menimbulkan hasil yang sama pada setiap orang yang mencobanya. Bagaimanapun, hasil yang maksimal hanya akan dicapai atas izin Allah SWT. Maka dari itu selalu libatkan Allah dalam setiap praktik yang dilakukan dalam usaha membantu orang lain yang mengalami masa yang sulit.
Semoga sedikit catatan ini dapat membantu setitik gambaran tentang bagaimana mengendalikan emosi dan juga membantu orang lain menenangkan emosinya ;)


Komentar
Posting Komentar