Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Simplicity

Siapa bilang kembali ke kota lebih menyenangkan daripada hidup di pinggir hutan ? Pinggir hutan, yang kami sebut sebagai desa Nanga Lauk, yang letaknya di tepi sungai Batang Palin, tempat yang tak terjamah oleh modernisasi suasana kota. Terbukti dengan amat terbatasnya sinyal, listrik, dan makanan bergizi. Tapi penuh dengan kesederhanaan dan keterbatasan. Kesederhanaan. Kata kunci untuk sumber kebahagiaan yang berhasil kami bentuk dan sugesti selama setahun disana. Dan kata itulah yang sekarang amat dirindukan. Rindu setengah mati. Rindu tak mengetahui kabar apapun karena keterbatasan sinyal. Rindu tak bisa nonton TV karena tak ada listrik. Rindu tak bisa makan yang diinginkan karena disana cuma ada ikan. Rindu tak bisa tidur siang karena jadwal yang padat tiap waktu. Rindu tak bisa cerita masalah apapun ke siapapun karena masalah apapun harus dihadapi sendiri. Rindu dengan perasaan menerima apa adanya, karena tiap waktu adalah belajar kesederhanaan dari mereka. Saya pun mulai menyad...

Tulisan yang Tak Kunjung Usai

Kenapa saya tak pernah berhasil merampungkan tulisan dalam sekali tulis??? Kalau dihitung ada sekitar tiga puluh sembilan judul yang tak pernah selesai isinya. Banyak hal yang ingin ditulis, tapi kenapa ... Tak kunjung selesai? Sibuk? Memang, tapi sebenarnya itu adalah masalah membagi waktu saja. Tak ada ide? Mungkin... Tapi toh sudah ada judul, artinya sebenarnya sudah ada bahannya, tinggal melanjutkan. Itulah yang justru berat. Mungkin itulah fakta yang sedang terjadi sekarang. Ketika sudah banyak hal yang dirintis, banyak hal yang dimulai, tetapi rasanya berat untuk melanjutkan dan menyelesaikannya . Begitulah kenyataan hidup, lebih mudah memulai sesuatu daripada mempertahankannya. Dan itulah yang menjadi kegelisahan tak berujung sekarang. Setiap orang memiliki kisah hidupnya sendiri-sendiri, yang benar-benar menggambarkan karakter kehidupan mereka. Tetapi kisah hidup setahun ini bagi Pengajar Muda seperti kami, mungkin b...