Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Hari Terharu Sedunia

Gambar
"Merantau, bergerak, berhijrah itu bagian dari hidup........." Begitulah isi sms balasan mbak Noviyanti, ketika saya tak sengaja curcol tentang 'berat'nya hari-hari menjelang meninggalkan Surabaya. Yes, you're right mbakkkk, How simple she is !!! Tapi...serius, ini bukan cuma masalah bahwa "merantau, bergerak, berhijrah itu bagian dari hidup".  Perpisahan juga bagian dari hidup , dan itu cukup "nyesek" T__T. Minggu terakhir saya di Surabaya-my beloved town setelah hometown saya, Nganjuk- ya, minggu terakhir di Surabaya saya habiskan dengan membuat daftar hutang saya kepada orang-orang yang pernah membantu saya, termasuk membuat jadwal Gathering dengan mereka ^_^. Mulai dari crew Hidy di kantor, adek-adek (yang saya perlu bertemu untuk menyampaikan sesuatu), tim Escex, Srikandi MPP, sampai dengan kop-dar bersama para Pengajar Muda IV yang ada di Surabaya. Dan ternyataaaaaa, waktu seminggu itu tak juga cukup untuk melakukan yang belum dan ...

Tiba Saatnya.......

Gambar
Sudah terlalu lama menunda untuk "bermain" disini. Akhirnya banyak juga hal yang terlewatkan. Perubahan, dinamisasi, turut beriringan dengan adanya perpisahan. Perpisahan itu wajar saja karena setiap orang setiap waktu setiap bagian dari dunia ini selalu menjadi dinamis. Asal jangan lebai dengan "perpisahan". Saya berkali-kali menyebut kata "perpisahan" karena jujur, hal tersebut agak membuat saya menghabiskan waktu untuk lebih banyak diam, merenung, berpikir, jarang berkomentar banyak, dan terharu.  Bukan, bukan takut tak akan bertemu lagi dengan mereka, bukan takut mereka akan lupa dengan saya, saya percaya mereka tak akan lupa, mereka adalah orang-orang yang sangat respect dengan kenangan. Tapi, saya takut, tak terbiasa tanpa mereka di tempat saya yang baru nanti. Overall, sebenarnya tak perlu terlalu khawatir, karena saya orang dengan karakter yang jarang kesulitan mendapatkan teman baru dan selalu menikmati hal-hal yang baru, tapi kali ini su...

Ranking 23 : "Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan"

Gambar
Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati. Suamiku mengeluhkan kepadaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja.  Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar. Kemudian ketika dia me...