Jurnal Kedua Bunda Cekatan : Menata Keterampilan untuk Bahagia





Kelas Bunda Cekatan, sesuai namanya pesertanya pun sebisa mungkin harus cekatan. Pada materi pertama diminta untuk membuat kuadran 'bisa-suka' pada telur hijau. Kemudian di materi kedua diminta membuat kuadran 'penting-mendesak'. Ternyata ada beberapa hal di kuadran 'bisa-suka' yang tidak terlalu penting untuk kebahagiaan saya dan keluarga, jadi saya mencoba merevisi beberapa hal di kuadran 'bisa-suka' untuk dimasukkan ke kuadran 'penting-mendesak'. 




Pada kuadran 'penting-mendesak' ada hal baru yang menurut perenungan mendalam saya penting untuk dituliskan, yaitu : memperdalam agama. Saya pribadi punya agenda spesifik untuk resolusi tahun depan antara lain : sedang progres ikut kelas belajar tauhid dan selanjutnya ingin ikut kelas tahsin, dan target ikut kajian agama sebulan sekali. 'Belanja Gagasan' juga saya masukkan pada kuadran 'penting-mendesak' karena ini perlu keterampilan. Saya punya banyak gagasan dan ide namun tak punya keahlian untuk mengelolanya. Mungkin nanti ada kaitannya dengan peta belajar (meta kognitif) yang dibahas oleh mas Pandu di materi kedua Buncek. Keterampilan mengelola ilmu dan gagasan ini penting untuk dipelajari. Selanjutnya keterampilan 'mengorganisir' juga saya letakkan pada kudran 'penting-mendesak' dan saya pilih untuk dipelajari lebih mendalam. Keterampilan 'mengorganisir' ini mencakup organisir banyak hal, diantaranya : mengorganisir waktu, emosi, pikiran, maupun diri. Saya pribadi punya agenda spesial untuk mengakomodir keterampilan mengorganisir diri yang dalam waktu dekat rencana akan saya ikuti, yaitu : workshop anger management bersama dandiah center. Mudah-mudahan bisa terwujud nanti. Lalu lanjut keterampilan 'bermain bersama anak' saya rasa perlu, karena saya merasa bahagia jika optimal main bersama anak. Agar lebih optimal lagi tentu harus dikelola agar aktivitas bermain yang dilakukan lebih bermakna. Nah untuk itu, belakangan ini saya ikut project Tantangan 30 hari Beraktivitas bersama anak (Binar). Harapannya akan lebih banyak hal yang saya dapatkan untuk bermain lebih optimal bersama anak. Selain itu, sesungguhnya saya punya ekspektasi yang lebih di keterampilan 'bermain bersama anak' yaitu berkaitan dengan menebarkan manfaat kepada orang lain. Entah bagaimana caranya. Semoga di perjalanan nanti akan ketemu caranya. Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah keterampilan 'menulis' yang sebenarnya tidak saya masukkan ke dalam kuadran 'Penting-mendesak'. Karena selama ini menulis memang menjadi favorit namun untuk belajar intensif menulis sudah pernah dilakukan, jadi sekarang tinggal menyempurnakan sedikit demi sedikit. Menulis saya pilih menjadi keterampilan yang perlu ditingkatkan, karena menurut saya, semua hal yang saya pelajari, dapatkan, ikuti akan percuma saja tanpa diikat dalam tulisan. Yang menjadi fokus saya nanti terutama adalah bagaimana mengkristalkan pengalaman melalui menulis. 

Itu sekilas hasil perenungan tentang telur merah saya di kelas Buncek. Penasaran dengan pelajaran di tahap berikutnya. Keep on fire !!

#janganlupabahagia
#jurnalmingguke2
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang perlu dilakukan sebelum memilih sekolah untuk anak

menjaga fitrah lewat berkisah

Bercerita sesuka hati