NICE HOMEWORK #3 Membangun Peradaban dari dalam Rumah
Jika membaca judul dari materi
ketiga matrikulasi IIP kali ini : Membangun Peradaban dari dalam Rumah. Hmm,
agak lumayan berat jika ditanggapi dengan serius. Dengan kata “Peradaban”yang
muncul diantara frasenya, mungkin yang terbersit di benak kita adalah hal-hal
berat yang berorientasi ke suatu budaya dalam masyarakat (sesuai dengan makna
dari kata peradaban, yaitu kebudayaan).
Sudah buru-buru membayangkan
bakal sesusah apa ya Nice Homework nya? Semoga tetep Nice ya, wong namanya aja
“nice”homework.
Ternyata eee ternyata Nice
Homework nya jadi yang paling menyenangkan diantara Nicehomework
sebelum-sebelumnya…Hihii…
Pekerjaan rumah mana yang tak
lebih menyenangkan daripada jatuh cinta lagi ke suami. Iya, iya, kita, para
ibuibu ni PeeR nya disuruh jatuh cinta lagi dan bikin surat cinta buat suami.
Asiiik, ini mah modus yang terfasilitasi dengan sempurna. Yang biasanya malu,
gengsi mau ngungkapin sayang, sekarang ada momennya, ada alesan, “karena
ngerjain PR dari kelas Matrikulasi IIP loo mas…, tapi mas seneng kaan, hehehe…”
Perfect deh pokoknya, istri
modus, suami senang.
Ini dia hasilnya.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Tugas pada poin
pertama sudah dikerjakan. Saya pilih media email karena nulisnya di HP disambi
nungguin Silmiy bobo. Lagipula yang nanti bakal paling gampang ngebalesnya juga
via email. Karena suami pasti pegang HP sebelum bobo.
Sebelum suami
nyampe rumah, email sudah terkirim. Pas suami sudah di rumah, sudah makan,
sholat, dan siap-siap bobo, “Mas, udah buka email?” *sambil cekikikan*
“Belom, eh ada
apa ya?” *sambil penasaran sambil buka email.
Baca serius
sambil senyum-senyum, lalu senyum lebar :)
Besoknya, muncul
email balasan dari suami saya. Dikirim jam 03.30.
Isinya…..hemmm,
bikin bolak-balik pingin baca sambil senyam-senyum. Yang paling bikin semangat,
bagian ini…
“……. Mas yakin hadirnya Silmiy
merupakan kepercayaan Allah terhadap kita untuk turut serta berkontribusi bagi
masa depan lingkungan kita. Tentu saja Silmiy harus berkembang sesuai dengan
zamannya. Kita harus hati-hati terhadap jebakan untuk mencetaknya menjadi diri
kita yang sempurna. Memahami keunikan Silmiy merupakan hal yang menantang.
Santai saja. Hal terpenting adalah memastikan bahwa kita mendampingi tumbuh
kembang Silmiy. Bagaimana caranya? Yuk, sama-sama belajar.
Jangan bosan berkirim surat dengan Mas
ya, Sayang……”
Bangga, terharu,
senang, bahagia, karena saya memiliki teman hidup yang punya semangat yang sama
untuk terus belajar dan mengajak bahu-membahu menjadi orang tua yang lebih
baik. Semoga Allah selalu merahmati langkah kita ya ;)
b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
Silmiy. Tanggal 11
Februari besok, adalah ulang bulannya yang ke enam, artinya usianya sudah genap
6 bulan. Gadis kecil kami ini tergolong gadis yang cukup tangguh. Sejak masih
dalam kandungan, saya sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota dengan
perut besar. Alhamdulillah, suami tidak melarang, meskipun selalu mewanti-wanti
setiap saya melakukan perjalanan kemanapun. Saat melahirkannya, ada indikasi
kebocoran air ketuban, sehingga
kemungkinan terbaiknya adalah bayi saya harus segera dilahirkan atau air
ketuban akan habis dan dapat menyebabkan keracunan. Alhamdulillah, dengan
kekuatan yg diberikan Allah, gadis kecil
ini dapat lahir normal dengan kondisi air ketuban sudah benar-benar habis. Alhamdulillah
kondisinya sehat meskipun beratnya hanya 2,6 kg. Dan hingga sekarang Silmiy
tumbuh menjadi gadis yang lincah dan aktif serta jarang sakit dan selalu ceria.
Interaksi sosialnya juga berkembang baik karena dia selalu mudah dicintai di
antara teman-teman barunya atau jika ada kerabat yang berkunjung. Semoga lovable girl ini akan tumbuh menjadi
gadis solehah ya :)
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
Saya sendiri juga kadang bertanya kenapa saya ada di tengah-tengah keluarga kecil ini. Suami yang sabar dan introvert namun butuh selalu dimotivasi dan dikuatkan untuk melangkah. Kata suami saya, saya adalah tipe individu yang tak gampang menyerah mendorong yang lain untuk mencapai tujuan. Pun saya sendiri sebenarnya juga sama. Seorang ibu dan istri yang harus selalu didukung dan didampingi oleh teman hidup yg sabar seperti suami saya. Anak kami berhak memiliki orang tua yang mendidiknya dengan pola pengasuhan yang baik. Untuk menjadi orang tua yang baik kami harus belajar dan belajar. Proses belajar menjadi orang tua yang baik ini lah demi memenuhi kewajiban kami, menjadi orang tua yang selalu belajar dari Silmiy.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Kami sekarang belum punya tempat tinggal yang menetap, sehingga belum bisa menjawab pertanyaan tersebut sekarang. Tetapi jika sesegera mungkin kami diberikan kelapangan rezeki untuk menetap di satu kawasan, Insyaa Allah kami berniat menjadikan keluarga kami selalu bermanfaat bagi masyarakat lain.
Terima kasih sudah membaca.
Margonda, 11 Februari 2017
Annisa Novita Dewi
A learner mom
Komentar
Posting Komentar