NICE HOMEWORK #2 “Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan”






Minggu kedua matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #3 Depok 1 ini, kami belajar tentang menjadi ibu professional kebanggan keluarga. Dan seperti biasa, ada Nice Homework yang sedang menanti untuk dikerjakan. Kali ini NHW kami adalah membuat checklist indikator profesionalisme perempuan. Sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu. Untuk memenuhi tugas tersebut, kami harus mengumpulkan data melalui responden langsung, yaitu suami dan anak.

Nah, karena beberapa hari ini suami pulang malam terus, jadilah kami diskusikan tentang NHW ini saat menjelang tidur. Saat ditanya tentang indikator istri seperti apa yang membuatnya bahagia, katanya perlu waktu buat mempertimbangkan jawabannya. Saya sempet khawatir, wow pertanyaan ini bener-bener membuatnya berpikir, jangan-jangan saya belum melakukan banyak hal yang dia inginkan sebagai istri. Saking seriusnya nanggepin pertanyaan ini, kami pun bikin janji buat diskusi dan mengerjakan NHW bersama saat Jumat malam *mepet sih, tapi daripada ga diskusi sama sekali.

Jadi begini hasil diskusinya.



Bagian 1. Perempuan sebagai Individu.

Saya sendiri nih yang mikir. Daripada susah mikir saya sepertinya sudah pernah menyusun apa yang saya inginkan untuk mengembangkan diri saya. Yap, di tugas NHW#1 *yang sebenernya masih belum fokus dan saya belum sempet revisi, -maaf ya mba Farida hee-. Di tugas NHW#1 meskipun belum focus, tapi saya tetep bisa memanfaatkan aspek-aspek bagian manajemen yang ingin saya kembangkan, yaitu :

Muslimah/individu yang masih harus selalu belajar ilmu agama

Individu yang bisa mengatur waktu dengan baik

Individu yang mampu mengatur keuangan keluarga

Individu yang selalu menanamkan pola hidup sehat

Individu yang mampu mengendalikan emosi

Indikatornya nanti akan ditulis pada tabel.



Bagian 2. Perempuan sebagai Istri

Bagian ini nih yang bikin penasaran.  Dengan usia pernikahan kami yang baru setahun lebih empat bulan, dan usia anak kami yang baru 5 bulan, mengerjakan tugas ini bikin penasaran banget. Ini dia.

Indikator istri yang membuatnya bahagia :

Istri yang punya aktivitas sosial di luar rumah. Waktu ditanya kenapa, katanya biar punya kontribusi manfaat di luar rumah. *Ini sih kayaknya keinginan pribadinya ya, bukan yang utama banget sebagai istri. Mungkin dia melihat saya yang dulu selalu aktif kegiatan sosial seperti Kelas Inspirasi, kegiatan-kegiatan IM, dll, sekarang bener-bener off karena punya anak. Mungkin juga biar istrinya bisa menyerap banyak ilmu di luar sana, sehingga bisa diterapkan di rumah. Nah kalau maksudnya memang seperti itu, saya sudah memulainya dari komunitas IIP ini ;)

Istri yang suka masakin suami di rumah. Baiklah, untuk yang ini saya belum maksimal. Dia minta saya memasak minimal pas weekend. Hihi, baik banget kasih batasan minimalnya. Insyaa Allah sudah kalau tiap weekend saja, tinggal harus konsisten dan menambah frekuensi memasak !

Istri yang suka nemenin olahraga. Katanya sih minimal jalan pagi sambil dorong stroller pas weekend. Kalau Silmiy sudah makin besar nanti dan sudah bisa ditinggal sendiri, pingin ngajakin main badminton bareng kayak couple-couple yang diliatnya pas jalan-jalan pagi di kampus dulu *Oo jadi ini keinginan terpendamnya sejak duluuh, haha.

Istri yang jadi rekan diskusi setiap hari. Yap, kalau yang ini kadang sudah kami lakukan, pas malam hari menjelang tidur. Tinggal konsisten saja melakukannya setiap hari.

Spesifiknya ada di tabel.



Bagian 3. Perempuan sebagai Ibu

Nah, di bagian ini, harusnya saya bertanya ke si cantik Silmiy tentang ibu macam apa yang membuatnya bahagia. Tapiiii, karena Silmiy nya ditanya cuma senyum-senyum dan ketawa-ketawa ;D, jadinya saya diskusikan jawaban ini dengan suami saya.

Ibu yang bisa menyusun kurikulum sederhana untuk anaknya. Ini saya sepakati dengan suami saya, supaya kami sama-sama bisa memantau tumbuh kembang anak kami. Mungkin perlu dibuat semacam jurnal mingguan untuk anak.

Ibu yang selalu menyusun menu makan anaknya. Bertepatan dengan hari pertama Silmiy makan perdana, hari ini ! Jadi ceritanya karena belum kepikiran menu-menu makan selanjutnya, saya sebagai ibu harus belajar mengkombinasikan makanan yang tepat dengan cara membuat perencanaan menu makanan MPASI anak.

Ibu yang selalu menemani menjelang anak tidur. Ini kesimpulan saya dan suami, karena Silmiy memang selalu gampang bobo nya setelah disusui oleh mamahnya. Dan ini artinya saya masih belum bisa meninggalkannya untuk dinas keluar kota yang perlu waktu lebih dari sehari, sementara ini.



Sudah, yang bagian terakhir ini baru sampai sini aja diskusinya ;)




Tabel Indikator Perempuan Profesional versi Annisa

No
Aspek
Indikator
Ceklist

A
Perempuan sebagai individu
1
Muslimah/individu yang masih harus selalu belajar ilmu agama
Menyempatkan mengikuti kajian atau bacaan yang menambah ilmu pengetahuan agama baik online maupun offline minimal 1x seminggu
belum maksimal dilakukan

2
Individu yang bisa mengatur waktu dengan baik
Membuat perencanaan job list untuk pekerjaan yang prioritas dan timeline pengerjaannya dalam sehari dan seminggu
belum dilakukan

3
Individu yang mampu mengatur keuangan keluarga
Membuat perencanaan keuangan dalam sebulan ke depan dan mengecek perhitungan keuangan seminggu sekali
belum dilakukan

4
Individu yang selalu menanamkan pola hidup sehat
Mengkonsumsi makanan sehat (food combining : buah, sayuran, daging) minimal sehari sekali
sudah dilakukan

5
Individu yang mampu mengendalikan emosi
Mengurangi frekuensi mengeluh/marah minimal 2x seminggu
sudah dilakukan

B
Perempuan sebagai istri
1
Istri yang punya aktivitas sosial di luar rumah
Memiliki aktivitas sosial di luar rumah  minimal 1x sebulan
belum maksimal dilakukan

2
Istri yang suka masakin suami di rumah
Memasak di rumah minimal saat weekend (Sabtu dan Minggu)
belum maksimal dilakukan

3
Istri yang suka menemani suami berolahraga
Jalan pagi bersama minimal 1x seminggu saat weekend
belum dilakukan

4
Istri yang selalu jadi rekan diskusi
Berdiskusi setiap hari minimal 1x sehari menjelang tidur
sudah dilakukan

C
Perempuan sebagai ibu
1
Ibu yang bisa menyusun kurikulum sederhana untuk anaknya
Tersusunnya jurnal sederhana tentang aktivitas anak, pencatatan minimal seminggu sekali
belum dilakukan

2
Ibu yang selalu menyusun menu makan anaknya
Tersusunnya menu MPASI anak minimal menu seminggu sekali
akan dilakukan

3
Ibu yang selalu menemani menjelang anak tidur
Selalu di rumah setiap malam, pulang ke rumah maksimal jam 19.00
sudah dilakukan




Alhamdulillah. Selesai juga. 
Bersyukur dengan jawaban-jawaban yang sederhana dan tak memberatkan, meskipun begitu saya masih harus terus meningkatkan kapasitas sebagai ibu profesional. Semoga bisa konsisten menjalankan indikator sebagai ibu professional ;)





Tj. Barat, 4 Februari 2017

Annisa Novita Dewi

A learner mom


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang perlu dilakukan sebelum memilih sekolah untuk anak

menjaga fitrah lewat berkisah

Bercerita sesuka hati