Jadi, Menulis untuk Apa??

Duluuuuu sekali, sejak SMP sampai sebelum punya banyak aktivitas saat kuliah, saya sangat,sangat addicted dengan menulis, bahkan sejak SMP sudah punya 4 diary (yang sudah saya bakar), dan saat SMA saya sering jadi sekretaris (terutama sekretaris OSIS), karenaaa.....-kata mereka vocabulary dan pemilihan kata saya saat menulis proposal kegiatan atau surat apapun baguuss!!(terlepas dr fasilitas printer di rumah, hehe).Bahkan saya sempet ikut merintis lahirnya MAJALAH sekolah saya -FORMADA- and sure, as editorial secretary. Inti daripada inti adalaaaah, dunia menulis sesungguhnya sempat mendarah daging dan sempat menjadi favorit activity saya selama hiduuuuppp. Sampe sekarang pun, actually masih ada sisa-sisanya...buktinya, saya sempet -mendadak, nulis artikel tentang pemuda untuk majalah VIVAT nya BEM ITS (sebenernya gak segitunya jg sih, hanya merasa bertanggungjawab ke si Nila karna Kesma belom ngirim artikel..hehe^_^), dan sempet mendadak nulis beberapa pewacanaan untuk prodem dan itupun karna memang bener2 dibutuhkan harus ada TULISANNNN!!!!
Memangnya 'tulisan, ide, kreativitas' harus muncul saat-saat genting saja kah?
Atau kah karena memang kondisi ndak memungkinkan sehingga 'sesuatu' ide untuk menulis pun tak bisa tersalurkan dengan lancaaar (malas buka laptop, malas berkreativitas-meskipun ada ide, dan yang paling realistis karena belom ada apa-apa untuk jadi sebab harus menulisss!!!). Padahal 'menulis' itu adalah therapy yang bagus buat menyalurkan kejenuhan, pelampiasan segala kebosanan, dan tentu saja mengasah kreativitas otak untuk merangkai kata-kata dan mengolahnya menjadi sesuatu yang layak dibaca.
So, actually, I still addicted with writing #halahh.....Tapi, saya hanya merasa, tulisan saya belom banyak bermanfaat dan merasa bakal tidak berkembang, bahkan merasa tulisan saya bukanlah apa-apa...Hemm, tapi setelah membaca-baca beberapa buku "Sakinah Bersamamu", "Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali", dengan gaya penulisan yang mengalir begitu saja, enak untuk diikuti, dan gaya SAYA bangett lah, sepertinya pikiran 'kolot' saya nih sedikit menyadari kesalahan tempatnya singgah...bahwa 'MENULIS' itu ya 'mengalir' saja, tidak perlu karena harus ada 'sesuatu', dan yang penting 'sensasi' menulis sendiri terasaaa, benar-benar terasa meringankan beban apapun, karena menulis itu 'berbagi' dengan sesuatu yang fiktif dan abstrak. Sure, apalagi menulis di blog!!!!
So, let's we do it again (kayak lagunya Katty Perry-Last Friday Night)
Anyway,,tuh kan.....awalnya saya mualess banget bahkan buat nulis kayak ginian..eh setelah selesai rasanya plongggg,,,
Subhanallahhh....Allah memang MAHA PEMBOLAK-BALIK HATI ^___-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang perlu dilakukan sebelum memilih sekolah untuk anak

menjaga fitrah lewat berkisah

Bercerita sesuka hati