H A R A P A N
H A R A P A N ...
Apa yang terlintas di pikiranmu saat membaca kata ini?
Ada yang bilang harapan itu adalah gambaran masa depan yang diinginkan oleh semua orang. Harapan adalah sesuatu yang dituju oleh semua orang lewat berbagai upaya yang dilakukannya. Harapan adalah target yang akan dicapai oleh semua orang dengan segala kemampuannya.
Sama dengan kebanyakan orang, akupun punya harapan. Meskipun dulu aku pernah takut untuk berharap karena khawatir jaraknya akan terlalu jauh dengan kenyataan. Karena jika jarak antara harapan dan kenyataan terlalu jauh, maka akan sakit sekali jika harapan tak terjangkau oleh kenyataan. Lalu akhirnya jatuh berkeping-keping ke tanah yang keras, dan akhirnya tercerai berai tak bersisa.
Inilah yang akhirnya membuatku harus memulai perjalanan panjang untuk menggapai harapanku. Perjalanan dari titik nol ke titik-titik berikutnya. Setapak demi setapak. Sedikit demi sedikit. Di titik ini aku mendapat secercah cahaya terang yang akan menuntunku ke jalan menuju puncak harapanku.
-------
"Hei ... Nisa, ada kiriman paket untukmu di ruang TU. Ambil sendiri ya ... "
Teriak seseorang dari ujung lorong sebelum aku memasuki lift yang akan membawaku ke ruang kerjaku di lantai 15.
Demi mendengar informasi itu, aku membatalkan niatku untuk masuk ke dalam lift. Menyusuri kembali lorong lantai 16 untuk menuju ruang Tata Usaha.
Tak perlu waktu lama untuk tiba disana kemudian aku mendapati paket kiriman yang ditujukan untukku dibungkus dengan plastik hitam dan dibalut dengan lakban penuh di setiap sisinya. Kubaca nama pengirimnya. Dari salah satu penerbit yang kuikuti project menulisnya.
Yeayy ... bukuku sudah datang ! Berdebar rasanya hatiku, tak sabar ingin membuka pembungkusnya dan mencari-cari tulisanku di tiap lembarnya.
Paket berbalut plastik hitam itu kubawa ke ruang kerjaku dan langsung kubuka di meja kerjaku. Sensasinya luar biasa. Membuka paket yang berisi buku antologi pertama yang sesuai dengan harapan-harapanku di masa lalu.
Plastik pembungkus sudah tersobek sempurna. Sepuluh buku bersampul hitam berjudul "Antologi Titik Terendah" tersaji di depan mata. Senyumku mengembang perlahan. Mensyukuri pencapaian ini. Titik ini. Kupejamkan mataku sejenak mengenang titik-titik awalku memulai perjalanan harapan ini.
Aku memang sejak lama memiliki kesukaan menulis. Tapi tak pernah benar-benar konsisten karena tak punya momen untuk aktivitas menulis. Namun sejak memulai tantangan Bunda Sayang dan menulis selama 17 hari, aku jadi terlarut dalam aktivitas menulis kembali yang menyenangkan. Apalagi sejak tergabung di KAMI Menulis. Aku makin tertantang untuk memproduksi tulisan yang bukan sekedar curahan hati untuk dibaca sendiri, namun tulisan yang disajikan untuk orang lain dan dapat bermanfaat bagi orang lain.
Bismillah. ... Kini harapan itu makin dekat untuk tergapai. Harapanku untuk menulis buku antologi dengan penulis-penulis hebat lainnya.
Setelah satu buku antologi yang selesai cetak, akan ada beberapa project buku antologi yang masih berproses. Project kali ini lebih menguras energi karena mentornya benar-benar memberikan feedback yang berpengaruh terhadap perbaikan naskah yang kutulis. Insyaa Allah ... semoga konsisten, sehingga empat buku lagi akan launching di akhir tahun nanti. Aamiin.
*Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari
kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu
kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. (Sumber : wikipedia)


Komentar
Posting Komentar