Tips Emak Biker Anti Baper
"Tin..tiiin..tiin..tiin!"
Suara klakson berbagai macam kendaraan di jalan raya, makin membuat panas suasana siang di jalanan ibukota ini. Emak biker yang lelah luar biasa ikut terpancing emosinya. Alhasil keluarlah berjuta-juta sumpah serapah yang bikin makin panas suasana lengkap dengan klakson yang ditekan penuh amarah.
Bagi emak-emak yang mengandalkan kendaraan motor untuk mobilisasi kemanapun, pasti pernah menghadapi 'neraka dunia' macam ini. Macet, panas, dan emosi. Sumbu pendek pun beraksi. Namun akhirnya hanya jadi makin frustasi dan terjadi friksi-friksi.
Hemm, trus harus bagaimana dong?
Capek mak, kalau harus kayak gitu terus tiap hari. Beberapa tips berikut mungkin bisa dicoba untuk mamak yang tiap hari bercengkrama dengan jalanan.
- Pastikan emak memakai busana yang nyaman digunakan ketika berkendara. Ini penting karena jika ada satu jengkal saja yang membuat kita tak nyaman saat di jalanan bisa berakibat tak fokus pada aktivitas menyetir dan efeknya bisa sangat fatal bahkan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Busana yang dipakai usahakan tidak membatasi gerakan kita saat menyetir motor. Jika tak terbiasa menggunakan rok, untuk menjaga supaya tetap berpenampilan syar'i bisa menggunakan rok celana yang sekarang sedang hits dipakai para emak biker ;)
- Persiapkan alat tempur jalanan. Supaya suhu panas tak membuat emak panik dengan efeknya pada kulit emak, pastikan bahwa segala peralatan tempur ketika naik motor sudah digunakan. Helm, jaket, masker, sarung tangan, dan kacamata jalan. Tak lupa mantel dan sandal untuk persiapan sebelum hujan. Kalau perlu pake sunscreen lotion atau berbagai krim yang membuat hati ini tenang, pakai saja mak, yang penting bikin ayem hati ini ketika roda motor mulai menapak jalanan dan matahari mulai menyentuh kulit yang semakin matang bagai daging barbeque.
- Perhatikan ketersediaan bahan bakar. Jika jarum sudah hampir mendekati indikator merah, sebaiknya utamakan melewati rute yang terdapat SPBU untuk melakukan pengisian BBM. Jangan tunda pengisian BBM karena akan fatal akibatnya jika di tengah jalan tiba-tiba emak harus maju mundur cantik buat dorong motor yang mogok karena kehabisan BBM. Jika itu terjadi, buyarlah semua tujuan dan waktu yang telah dialokasikan sebelumnya.
- Periksa kondisi fisik kendaraan bermotor. Jika kesulitan melakukan ini, serahkan pada yang lebih ahli. Pak suami tersayang. Sambil curcol dikit boleh, misalnya soal helm butut yang puluhan juta tahun cahaya belum pernah ganti. Hihi. Jika memang memerlukan penanganan secepatnya, misalnya ban kempes atau rantai hampir copot, usahakan segera ditangani agar perjalanan emak lancar tanpa hambatan. Ini penting karena jika proses penanganan ditunda bisa jadi akan merepotkan emak sendiri ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Seperti misalnya, ban yang kempes dibiarkan begitu saja hingga ban jadi bocor. Rantai hampir copot dibiarkan gitu aja hingga rantai benar-benar copot dan menggelinding di jalanan. Lalu emak tak kuasa memasangkannya lagi, selain karena noda pada onderdilnya yang akan mengotori tangan dan baju, juga akan bikin kadar kecantikan emak berkurang karena turun level jadi montir jalanan, meskipun tetep montir syantik lah yaa.
- Berdoa dulu sebelum berangkat. Yak, jika semua persiapan fisik dan batin sudah dipastikan aman, maka saatnya untuk memasrahkan diri kepada Yang Maha Menjaga kita. Berdoa mulai ... Aamiin.
- Jaga hati, jaga diri untuk tak ngebut. Saat di perjalanan selalu ada banyak kondisi dan pilihan. Saat jalanan padat tentu akan membuat emak mawas diri dan menjaga keselamatan diri sendiri. Justru saat jalanan sepi, jangan lantas tergoda untuk mengepolkan gas dan kebut-kebutan di jalan. Tetap kendalikan diri dan fokus ke depan.
- Jangan baper sama emak-emak lain yang ngebut. Terkadang ada emak yang setelah melihat ada emak lain main kebut-kebutan, malah jadi ngerasa diremehin dan tertantang untuk ngebut juga. Akhirnya baper dan balapan antar emak pun tak terelakkan. Sekali lagi kendalikan diri mak. Cobalah berpikir positif dan memposisikan diri. Mungkin saja emak pembalap yang menyalip tadi sedang terburu-buru mau jemput anaknya sehingga ia harus ngebut karena tak ingin membiarkan anaknya menunggu terlalu lama. Anggaplah semua emak di jalanan adalah teman. Karena tanpa mereka, kita pasti merasa sendiri bagai remahan roti diantara debu-debu jalanan. Biarlah pertempuran sengit emak-emak itu ada di dapur saja bukan di jalanan.
- Berhenti sebentar jika perlu. Jika emak merasakan lelah atau kantuk, jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan. Lebih baik berhenti sebentar di salah satu gerai atau toko yang aman untuk beristirahat. Lebih baik istirahat sebentar di pinggir jalan kan, daripada istirahat secara tak sengaja di tengah aspal?
- Kalem saat suasana macet. Mungkin macet akan jadi kondisi yang tak terhindarkan saat di jalanan. Sebisa mungkin cari alternatif jalanan yang lancar untuk dilalui. Namun jika sudah mentok dan tak ada jalan lain lagi, jalanan macet pun tak bisa terhindarkan. Usahakan tenang dan tarik nafas panjang, lalu hembuskan. Kalem mak, badai aja pasti berlalu, apalagi cuma macet. Jika perlu nyanyi-nyanyi untuk merileks-kan diri, boleh lah. Lebih baik lagi zikir biar makin nambah pahala emak sholihat.
- Jika hujan, jangan ragu untuk mengenakan jas hujan. Jangan tunggu sampai hujan kelewat lebat hingga emak tak punya kesempatan untuk memilih titik berhenti di tepi jalan. Karena kalau hujan sudah cukup besar mungkin justru akan sulit menemukan venue untuk berlindung dan mengenakan jas hujan, karena semua orang di jalanan pasti juga akan memilih berhenti di tepi jalan, sehingga tepi jalanan akan berganti lebih padat daripada jalan beraspalnya.
- Jangan lupa selalu bersyukur. Yang terakhir dan tak boleh dilewatkan, selalu syukuri apapun kondisi kita di jalanan. Jalanan macet bersyukur, banyak temen jalan. Jalanan sepi lebih bersyukur lagi, waktu di jalan lebih ringkas. Naik motor alhamdulillah, bisa bermanuver lebih cepat daripada yang naik mobil. Mudah-mudahan saat nanti diberi rejeki mobil pun, tetap bisa berdamai dengan pengendara motor di jalanan. Aamiin.
Alhamdulillah, setelah semua dilakukan, mudah-mudahan emak masuk surga karena naik motor. mudah-mudahan emak selamat selalu sampai tujuan.
Tentu saja tanpa baper dan tetap jadi emak biker yang selalu tangguh dan supeeerr.
Selamat berkendara di jalan raya maak !!
‘’Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini. Kami memohon kepada-Mu perbuatan yang membuat-Mu ridha. Ya, Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan jadikanlah perjalanan yang jauh ini seolah-olah dekat. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan yang menjaga keluargaku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perjalanan yang berat, pemandangan yang buruk, serta musibah yang menimpa harta dan keluarga.’’ (HR Muslim (1342) dari Ibnu Umar).
Bahan tulisan : http://www.konfrontasi.com/content/khazanah/10-adab-berkendara-dalam-islam
Tentu saja tanpa baper dan tetap jadi emak biker yang selalu tangguh dan supeeerr.
Selamat berkendara di jalan raya maak !!
‘’Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini. Kami memohon kepada-Mu perbuatan yang membuat-Mu ridha. Ya, Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan jadikanlah perjalanan yang jauh ini seolah-olah dekat. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan yang menjaga keluargaku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perjalanan yang berat, pemandangan yang buruk, serta musibah yang menimpa harta dan keluarga.’’ (HR Muslim (1342) dari Ibnu Umar).
Bahan tulisan : http://www.konfrontasi.com/content/khazanah/10-adab-berkendara-dalam-islam

Komentar
Posting Komentar