Makna Bahagia menjadi Ibu


Mengetahui dua garis merah di testpack, jujur saja adalah hal yang membuat saya bimbang.
Tentu saja ada perasaan bahagia dan syukur atas karunia yang diberikan-Nya, namun di lain sisi juga ada perasaan khawatir karena merasa belum siap dengan amanah yang diberikan oleh-Nya. 
Beberapa bulan setelah menikah, belum juga tuntas pembelajaran untuk menjadi sosok istri yang baik, Allah hadirkan lagi amanah berikutnya sekaligus tugas untuk belajar menjadi seorang ibu yang baik bagi anak kami. 
Sungguh, amanah menjadi seorang ibu adalah amanah yang tak main-main bagi saya. Bayangkan saja, tiba-tiba saja ada makhluk mungil yang tumbuh dalam rahim, yang sangat kita cintai melebihi diri sendiri, sampai-sampai rela menjaga asupan apapun yang masuk ke dalam tubuh. Kemudian, detik-detik menjelang ia lahir, kita persiapkan dengan nyaris sempurna apa-apa yang diperlukan. Bahkan jika sebenarnya itu bukan sesuatu yang wajib ada, tapi tetap jadi wajib, karena kita, ibunya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk buah hati kita. Lantas, lahirlah ia dengan proses yang penuh perjuangan sampai titik darah penghabisan. Segala sakit, tangisan, dan lelah secepat itu berganti dengan keharuan dan kebahagiaan menyandang status Ibu. Namun saat memandangi wajahnya yang cantik, terbersit kembali rasa khawatir itu. 
Tiba-tiba ada makhluk kecil nan lucu ini yang hadir dalam kehidupan kita. 
Tiba-tiba kita jadi satu-satunya orang yang amat berarti untuknya, karena mau tak mau kehidupannya amat tergantung pada kita, Ibunya.
Tiba-tiba ada bocah mungil yang selalu nempel kemanapun kita pergi. 
Tiba-tiba pengetahuan soal ASI, MPASI dan tumbuh kembang anak jadi meningkat drastis.
Tiba-tiba harus selalu bersikap baik karena jadi panutan baginya.
Dan masih banyak segala 'ketibaan' lainnya, yang sebetulnya bisa disiasati dengan persiapan yang lebih baik dalam membangun sosok Ibu.
Waktu terus berlalu. Masa-masa menjadi ibu baru dengan bayi kecil berganti dengan anak-anak yang tumbuh besar dan semakin aktif. Kini, kebimbangan yang sempat hadir kala itu telah terganti dengan kebahagiaan yang tiada tara karena menjadi seorang ibu.
Karena menjadi Ibu adalah memantaskan diri untuk menerima amanah yang berharga dari-Nya. Maka menjadi Ibu adalah proses belajar yang tiada henti untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dan tiada hal yang membahagiakan selain menyaksikan anak kita bertumbuh menjadi sosok yang menyejukkan hati. Tak luput juga, bahagia ini ada karena merasakan perubahan diri sendiri dari pribadi yang biasa saja tanpa ada usaha untuk jadi lebih baik, menjadi Ibu yang selalu berproses untuk jadi sosok yang lebih baik demi anak-anaknya.
Maka berbahagialah wahai Ibu. Karena gelar Ibu telah membuat kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih berharga dan bahagia :)

@nulisyuk @jeeluvina
#nulisyuk
#nulisyukbatch12
#happymommysilmiy





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang perlu dilakukan sebelum memilih sekolah untuk anak

menjaga fitrah lewat berkisah

Bercerita sesuka hati