Emak Biker



Tiap sore saat motor merah matic kesayangan membelah jalanan ibukota.
Saat itu juga mamah berpacu dengan waktu untuk sampai di rumah.
Demi apa?
Tentu saja demi si bocah yang selalu menanti kehadiran mamahnya.
Yang akan menyongsongnya dengan ceria ketika mamahnya tiba di pintu gerbang. Yang akan sibuk bercerita dengan bahasanya, tentang apapun yang membuatnya senang.
Juga tentu saja untuk memeluk dan mencium mamahnya yang seharian mungkin tegang.

Jalanan ibukota yang lengang adalah momen menyenangkan yang dinanti. Namun sayang tak selalu hadir tiap hari.
Meskipun begitu merasakan jalanan yang padat ini jadi pengalaman tersendiri.
Apalagi ketika menemui ibu lain yang sama-sama beraktivitas mengendarai.
Mengendarai kendaraan yang sama membelah jalanan dimana keramaian sulit diurai.
Maka merasa tak lagi sepi sendiri.
Karena ada ibu-ibu lain yang tiada henti menghadapi perjuangan serupa tiap hari.

Terima kasih ibu-ibu bermotor yang selalu menemani sepanjang jalan.
Yang diam-diam menguatkan.
Meskipun tak jarang juga salip-salipan.
Yang mungkin juga karena berkejaran.
Dengan bocah kecil dalam penantian.
Yang mereka selalu rindui dalam dekapan.

Terima kasih bocah kecil manis.
Yang selalu menunggu tanpa tangis.
Diam-diam romantis.
Membuat lelah dan letih tertepis.
Tergantikan dengan bahagia berlapis-lapis.

Apa ini yang kutulis?

Hanya cara sederhana untuk membuat otak berpikir.
Bagaimana kalimat berima cantik dapat terukir.
😊😊😊😊








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang perlu dilakukan sebelum memilih sekolah untuk anak

menjaga fitrah lewat berkisah

Bercerita sesuka hati