Melakukan yang Terbaik untuk Keluarga
Waktu mak Dea posting bahwa MTK hari ini adalah kelompok terakhir, langsung terkaget lalu secepat kilat scroll up pembagian kelompok MTK. Daan benar dugaanku kalau aku dan pasangan MTK ku memang ada di kelompok terakhir ini. Ya iyalah, karena memang sudah tidak ada kelompok MTK berikutnya.
Sambil memastikan lagi nama pasangan MTK ku, aku langsung berpikir cepat apa yang bisa kulakukan dalam waktu yang sempit ini. Huhu, maafkeun ya mak, ini mau pengakuan dosa. Sebenernya lupa bangett ada MTK dan sore ini baru menghubungi mak Intan 🙏
Saat di chat via whatsapp untungnya mak Intan langsung merespon. Ternyata mak Intan enak banget diajak diskusi dan curhat, ehehe. Buktinya obrolan kami mengalir lancar tanpa beban.
Mak Intan tinggal di Pengasinan. Ibu dari dua anak laki-laki usia 32 bulan dan 7 bulan. Sehari-harinya selain mengurus keluarga, mak Intan juga disibukkan dengan bisnis serta konsultan mainan anak-anak serta berbisnis beberapa barang kebutuhan bayi.
Sudah sekitar 2 tahun mak Intan tinggal di Depok, setelah sebelumnya sempat beberapa lama di Bogor. Asalnya dari Grobogan, Jawa Tengah. Sejak tahun 2006 mulai merantau untuk kuliah dan bekerja di Semarang. Yang bikin aku kaguum lagi, mak Intan kuliah di S1 pendidikan dan S2 nya psikologi pendidikan. Ia juga menggeluti bidang perlindungan perempuan dan anak-anak. Terbukti dengan aktivitas nya sejak masih mahasiswa yaitu membantu mengajar anak-anak jalanan di sekitar rel kereta api dan pasar Johar. Ketertarikannya pada isu perempuan dan anak-anak membawa mak Intan yang alumni IAIN Semarang ini untuk bekerja di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sejak tahun 2010. Tugasnya membantu konseling dan pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan. Waw mulia sekali, dan tentu saja profesi ini perlu mental yang kuat karena berhadapan dengan korban kekerasan bukanlah hal yang mudah.
Di masa akhir pengabdiannya di salah satu NGO, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan fokus pada keluarga. Keputusan yang sangat memuliakannya. Meskipun setelahnya ia sempat bimbang ingin kembali bekerja, namun tidak rela jika anak-anaknya harus dititipkan ke orang lain. Syukurnya, berbisnis online dan belajar di Institut Ibu Profesional membawanya kembali merasa berdaya dan berilmu sebagai ibu.
Sayangnya obrolan kami harus berakhir dan mungkin akan disambung di lain waktu nanti. Pada intinya prinsipku dan mak Intan mirip. Ingin melakukan yang terbaik untuk keluarga. Mudah-mudahan Allah selalu mampukan dan berikan jalan untuk melakukan yang terbaik bagi keluarga kami masing-masing. Aamiin.
Mak Intan bisa disapa lewat media sosial nya :
FB: Intan Wollesto ceqraf
Ig: intani_nurul

Komentar
Posting Komentar