RANDOM #2
Masih menyusun puing yang terserak. Random. Ah, tiba-tiba ingat Luluk, alumni PM angkatan 3. Semalam dia whatsapp.
"Vi...tgl 26 km free gak?"
"si Adam anak Pens itu minta tlg ngisi pelatihan"
Hmm... Bukan hal yang gampang ditolak. Menyenangkan sekali berbagi ilmu dengan kawan-kawan yang masih bisa melakukan banyak hal dengan status 'mahasiswa' mereka. "Mauuuu banget......kalau memang masih free :(". Pasalnya saya sendiri belum bisa memastikan kapan mulai tidak free. Ketidakpastian memang bukan hal yang baik terutama untuk wanita, hahaha.....
Flashback. Ingat sekitar 3-4 minggu yang lalu. Saat sibuk-sibuknya memenuhi undangan kawan-kawan mahasiswa untuk sharing beberapa materi #sok #songong. Hihihi.... Kan kata pamannya Spiderman, 'Kekuatan yang besar mendatangkan tanggung jawab yang besar pula'. So, kalau punya pengalaman yang bisa dibagi, kenapa enggak ;)
Sesuatu yang saya sampaikan dan sharing kan dengan kawan-kawan mahasiswa, bukanlah sesuatu yang baru, yang perlu dipelajari dan dipahami dengan 'ngoyo'. Saya cukup mengingat-ingat pengalaman setahun kemarin, menyusun puing-puing nya, menambah sedikit referensi dari Pak Munif dan menatanya menjadi lebih sistematis untuk dibagi dengan yang lain. Empat puluh tujuh slide siap disajikan. Sayangnya, saya kurang cermat untuk membagi waktu, sehingga 47 slide itu kurang optimal disajikan dalam waktu 1,5 jam (padahal 75% isinya hanya gambar-gambar). Tapi, tak masalah, yang penting, mereka cukup paham inti dari apa yang saya sampaikan.
Membahas banyak hal dengan anak-anak muda ini, membuat saya merasa bahwa mereka beruntung sekali melewati masa menjadi mahasiswa dengan sesuatu yang hebat, dan juga membuat saya merasa agak menyesal melewatkan masa-masa mahasiswa dengan sesuatu yang terlalu standar. Memang bukan hanya kuliah, tapi juga organisatoris, aktivis, dan kaderisasi, namun minim prestasi dan pengabdian -___- (baru sadar saat mengisi esai aplikasi IM, ternyata saya belum ngapa-ngapain selama jadi mahasiswa).
Pasca lulus dari status mahasiswa, saya justru lebih aware dengan banyak hal yang lebih dari standar sebagai mahasiswa. Bahkan satu semester sebelum lulus, saya baru benar-benar serius membuat plan mapping sebelum lulus. Dan tentu saja kurang maksimal, karena waktunya tak lebih dari satu semester. Something like ... lolos PKM, asisten dosen, jadi pemandu, ikut lomba nulis, ikut forum tingkat nasional. Yang kebanyakan akan lebih efektif jika saya masih berada di semester 4-5. Terlambat !!!
Yaah, saat-saat baru lulus, rasanya menyesal, semuanya terlambat.
Namun, hampir tiga tahun dari waktu itu, saya membuktikan kebenaran quote ini, bahwa "apa yang kita pandang sekarang, akan berbeda 3-4 tahun mendatang".
Let see.....
"Vi...tgl 26 km free gak?"
"si Adam anak Pens itu minta tlg ngisi pelatihan"
Hmm... Bukan hal yang gampang ditolak. Menyenangkan sekali berbagi ilmu dengan kawan-kawan yang masih bisa melakukan banyak hal dengan status 'mahasiswa' mereka. "Mauuuu banget......kalau memang masih free :(". Pasalnya saya sendiri belum bisa memastikan kapan mulai tidak free. Ketidakpastian memang bukan hal yang baik terutama untuk wanita, hahaha.....
Flashback. Ingat sekitar 3-4 minggu yang lalu. Saat sibuk-sibuknya memenuhi undangan kawan-kawan mahasiswa untuk sharing beberapa materi #sok #songong. Hihihi.... Kan kata pamannya Spiderman, 'Kekuatan yang besar mendatangkan tanggung jawab yang besar pula'. So, kalau punya pengalaman yang bisa dibagi, kenapa enggak ;)
Sesuatu yang saya sampaikan dan sharing kan dengan kawan-kawan mahasiswa, bukanlah sesuatu yang baru, yang perlu dipelajari dan dipahami dengan 'ngoyo'. Saya cukup mengingat-ingat pengalaman setahun kemarin, menyusun puing-puing nya, menambah sedikit referensi dari Pak Munif dan menatanya menjadi lebih sistematis untuk dibagi dengan yang lain. Empat puluh tujuh slide siap disajikan. Sayangnya, saya kurang cermat untuk membagi waktu, sehingga 47 slide itu kurang optimal disajikan dalam waktu 1,5 jam (padahal 75% isinya hanya gambar-gambar). Tapi, tak masalah, yang penting, mereka cukup paham inti dari apa yang saya sampaikan.
Membahas banyak hal dengan anak-anak muda ini, membuat saya merasa bahwa mereka beruntung sekali melewati masa menjadi mahasiswa dengan sesuatu yang hebat, dan juga membuat saya merasa agak menyesal melewatkan masa-masa mahasiswa dengan sesuatu yang terlalu standar. Memang bukan hanya kuliah, tapi juga organisatoris, aktivis, dan kaderisasi, namun minim prestasi dan pengabdian -___- (baru sadar saat mengisi esai aplikasi IM, ternyata saya belum ngapa-ngapain selama jadi mahasiswa).
Pasca lulus dari status mahasiswa, saya justru lebih aware dengan banyak hal yang lebih dari standar sebagai mahasiswa. Bahkan satu semester sebelum lulus, saya baru benar-benar serius membuat plan mapping sebelum lulus. Dan tentu saja kurang maksimal, karena waktunya tak lebih dari satu semester. Something like ... lolos PKM, asisten dosen, jadi pemandu, ikut lomba nulis, ikut forum tingkat nasional. Yang kebanyakan akan lebih efektif jika saya masih berada di semester 4-5. Terlambat !!!
Yaah, saat-saat baru lulus, rasanya menyesal, semuanya terlambat.
Namun, hampir tiga tahun dari waktu itu, saya membuktikan kebenaran quote ini, bahwa "apa yang kita pandang sekarang, akan berbeda 3-4 tahun mendatang".
Let see.....
- Target untuk lolos PKM memang gagal, tapi saya membuktikan sendiri untuk turun langsung di proyek kemajuan pendidikan yang melibatkan banyak stakeholder penting, jadi PENGAJAR MUDA !! FYI, project PKM saya adalah PKM pengabdian masyarakat (Pelatihan Excel untuk Guru SD) dan PKM Penelitian yang tetap bertema pengabdian masyarakat (Peramalan Debit Air untuk Antisipasi Banjir di daerah aliran sungai Bengawan Solo).
- Asisten dosen. Sudah terwujud, karena semester akhir saya hanya ambil Tugas Akhir, jadi cukup optimal di posisi asisten dosen (meskipun secara akademik, ipk saya nggak bagus-bagus amat untuk ukuran asisten dosen -_-).
- Target untuk jadi pemandu, kalau mau ditanyakan ke temen-temen deket saya yang aktivis, fiuhh, mereka cukup paham kalau saya sangat sensitif dengan kesempatan menjadi pemandu. Ini memang pilihan saya saat itu #aktivis kampus yang labil. Hihi. Namun saat menjadi Pengajar Muda, saya terjun langsung di masyarakat, saya mengaplikasikan lebih dari sekedar pemandu, fasilitator masyarakat !! At least, ilmu menjadi fasilitator lebih variatif dan useful, kelihatannya begitu ;). Dan saat kembali ke kampus, saya pun berusaha menjadi pemandu atau fasilitator yang baik atau apapun itu untuk kawan-kawan mahasiswa yang ingin berbagi pengalaman. Tiba-tiba sangat menikmati, berbagi banyak hal dengan mereka, bahkan tak ingin melewatkan seandainya ada kesempatan ;D
- Lomba menulis dan forum-forum tingkat nasional. Pernah berusaha ikut, tapi entah kenapa tak optimal. Tujuan saya waktu itu, supaya wawasan saya terbuka dan pola pikir saya lebih berkembang. Dan itu semua saya dapatkan saat bergabung dengan Indonesia Mengajar, saat pra maupun pasca penugasan, sampai sekarang !! Kalau bahasanya IM "Wordclass competence but grassroot understanding". GREAT.
Mungkin bisa dibilang, empat target yang jadi plan mapping saya itu semacam mimpi yang terjawab setelah menjalani takdir yang telah digariskan. Allah selalu menjawab doa kita lewat 3 cara : mengabulkan langsung; menunda dan menghadirkan di saat yang tepat; atau mengganti dengan sesuatu yang lebih baik. Dan saya telah membuktikan serta mengalami ketiga-tiganya. Selanjutnya saya yakin, akan mengalami hal-hal yang lebih besar, karena masih banyak mimpi-mimpi yang pasti akan terwujud. Maka, bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Trust me, it works ;)
Wind City, April 2014, 22:56
![]() |
| Hasil sharing dengan wartawan Radar Surabaya (dek Ima), meskipun beberapa data belum valid |



Wah..keren mbak tulisannya :)
BalasHapusMain-main ke blogku juga ya mbak :)
Hihihi
haiii lalank, boleh2, tulisanmu oke jg....ntar ku follow dah. Saling memfollow yah :)
Hapusmbak suer keren,., jempol dua wes..
BalasHapuspunyamu juga keren dib, ayo nuliiiis lagi (ngomong ama diri sendiri -_-)
Hapus