Jurnal ketiga kelas ulat-ulat Buncek : Belajar dari keluarga "Manajemen Belajar"

Awal menentukan mindmap saya sudah dibuat bingung akan memilih fokus dimana. Saat itu akhirnya saya putuskan untuk fokus pada salah satu topik belajar yang urgent untuk dipelajari, yaitu : Manajemen Emosi. Namun setelah melihat dan menimbang-nimbang lagi macam-macam ilmu yang dapat dipelajari, sepertinya ada ilmu lain yang lebih menarik untuk dipelajari, yaitu Manajemen Belajar (Knowledge Management). Selain itu, saya merasa kalau 2 cabang ilmu lain yang ada dalam mind map (iman : mendalami agama ; ilmu : manajemen waktu, manajamen emosi, kurikulum anak) cukup bisa saya dapatkan dari luar bunda cekatan, entah melalui kulwap, seminar, workshop, atau kajian. Nah di bagian cabang mindmap yang terakhir, yaitu amal, saya belum menemukan sumber ilmu yang relevan dengan keperluan mengamalkan ilmu melalui jurnal belajar keluarga kami. Tanpa ragu gabunglah saya bersama emak-emak yang fokus belajarnya pada cara mencari gaya belajar terbaik dan bagaimana melakukan manajemen pengetahuan yang didapat dari hasil belajar.

Meskipun demikian, saya sudah terlanjur masuk ke keluarga manajemen emosi, yang anggotanya jauh lebih banyak sampai-sampai dibuatkan platform telegram. Saya jujur saja belum berani left groupnya karena sungkan, hihi. Tapi saya beneran lieur sama jumlah orang di manajemen emosi, banyaaak bangett. Hingga sekarang belum sampai diskusi, tapi waktunya habis untuk membagi kelompok-kelompok kecil ;p 
Nah mungkin jika boleh saran ke tim Buncek nih, baiknya sih kelompok keluarga yang gendut gini enaknya per regional dulu deh yaa, biar lebih fokus.

Tapi yang penting, saya sudah menemukan banyak insight dari keluarga Manajemen Belajar. Bahkan bersemangat bikin resumenya disini : http://bit.ly/Summary_Manjar_2Feb

Poin-poin menarik yang bisa saya tangkap dari obrolan-obrolan di grup manajemen belajar, antara lain :
  • Prinsip 5W+1H penting diterapkan ketika belajar.

Why : kenapa harus belajar itu sih
Who : siapa yang belajar, selaras dengan karakter dan kebutuhan atau tidak, misal anak saya ada yang suka duduk diem 5 menit, ada yang kabur dalam 5 menit.
What : belajar apa, perlu tidak, bisa ditunda tidak, menjauhkan dari tujuan utama tidak 
Where : dimana belajarnya, di rumah, di sekolah, di tempat dengan fasilitas lengkap, di alam, di lingkungan sekitar
How : ini bisa apapun menyesuaikan gaya belajar masing-masing, selama ke-4 w terpenuhi.. mau langsung eksekusi dan improvisasi, atau terstruktur dari awal, IMHO, itu menyesuaikan gaya belajar masing-masing.. 
When nya belum ada ternyata yaa ...
  • Mau belajar apa itu bisa ditentukan dengan rencana belajar sebenernya, tapi karena makin dewasa makin banyak kebutuhan, maka menentukan belajar apa ditentukan dari apa yang paling dibutuhkan.
  • GTD (Get Things Done) dan PARA (Project-Areas of Responbility-Resources-Archives)
    Projects
    Punya output, ada durasi waktu, misal: menulis buku (1th), renovasi dapur (1 bulan), toilet training anak kedua (2 minggu).

    Areas of responsibility
    Punya standar yg harus dijaga, tidak ada durasi (sepanjang hayat). Misal: finansial (punya dana darurat sekian rupiah), kesehatan (menu bergizi lengkap 3 kali sehari), rumah (rapi sebelum tidur malam), dll.

    Resources
    Hal-hal yang menarik bagi kita saat ini tapi kita belum berkomitmen apa-apa di sana, misal: main piano, zero waste lifestyle, dll.

    Archives
    Hal-hal yang sudah tidak aktif tapi masih perlu disimpan (proyek yg sudah lewat, hobi yg sudah ditinggalkan, dll).
  • Highlight untuk dua istilah di atas, sepertinya harus belajar dua hal di atas.
  • Yang sekarang bisa dilakukan adalah mengarsipkan segala ilmu yang didapat dengan prinsip 'makan kodok' (melakukan yang tidak enak duluan agar pikiran fokus kepada hal-hal yang selanjutnya harus dilakukan) dan memulai lagi untuk menerapkan prinsip GTD dan PARA.
Meskipun masih lieur, namun secara tidak langsung alhamdulillah saya sudah punya Rencana Tindak Lanjut tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk menerapkan ilmu yang didapat ;)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang perlu dilakukan sebelum memilih sekolah untuk anak

menjaga fitrah lewat berkisah

Bercerita sesuka hati