Pepe si Ikan Paus Kecil
Pagi ini setelah mandi, mamah coba ajak si bocah memilih buku untuk dibacakan. Dipilihlah buku "Animal Home". Satu dari beberapa buku paketan yang dibelu pas acara BBW kemarin. Isinya hanya gambar full colour ditambahi satu kalimat singkat dalam bahasa inggris yang mendeskripsikan gambarnya. Ada beberapa gambar dalam buku. Awalnya mamah bukakan halaman yang bergambar domba dan anak domba, karena ia sedang tertarik dengan kambing. Namun si bocah lebih memilih membuka halaman yang bergambar ikan paus dan anak ikan paus, yang secara spontan ia namai "Pepe". Jadi mamah pun coba berimprovisasi memulai ceritanya. Ikan
"Pepe adalah ikan paus kecil yang bersemangat dan ingin tau banyak hal. Pagi ini, ia dan ibunya pergi berenang ke tepi kumpulan batu karang untuk menikmati pemandangan indah disana. Ada batu karang dan tumbuhan serta beberapa hewan laut lainnya. Pepe sangat penasaran apa yang ada di pantai dekat dengan kumpulan batu karang. Ia pergi menjauh dari ibunya dan mencoba mendekati daerah pantai. Ibunya pun berteriak mengingatkan Pepe, " Pepe, jangan jauh-jauh sayang, di daerah pantai banyak manusia yang mungkin akan menangkapmu. Hati-hati nak."
"Tenang ibu, aku akan hati-hati..."
Seru Pepe mengabaikan pesan ibunya.
Ia pun melenggang santai ke tempat yang ia ingin tuju. Namun beberapa lama kemudian, Pepe berenang dengan cepat mendekati ibunya dengan wajah panik "Ibuu, ada manusia yang berusaha menangkapkuu...huhu..."
"Tenang nak, mari kita cari tempat yang aman..."
Dengan cepat Pepe dan ibunya berenang menjauhi area batu karang.
"Maafkan aku ibu karena mengabaikan pesan Ibu.."
"Tidak apa sayang, yang penting kita selamat. Lain kali lebih hati-hati dan jangan abaikan pesan ibu ya, sekarang mari kita pulang..."
"Iya bu.."
Jawab Pepe sambil mengangguk.
Begitulah, akhirnya Pepe dan ibunya pulang ke rumah dengan pelajaran berharga bahwa apapun pesan orang tua, jangan pernah mengabaikannya.
Naah, Silmiy juga begitu ya. Kalau mamah dan ayah berpesan juga harus didengarkan, jangan sampai diabaikan yaa nak.
"Iyaaak.." Jawab si bocah dengan semangat 😊
Dongeng yang mamah karang spontan dan mamah bacakan terputus-putus (sambil mikir) sebenarnya tak semulus yang tertulis disini. Tentu saja si bocah sibuk sendiri dengan aktivitasnya kesana kemari, sementara mamah sambil memegang buku tetap bercerita dan sekuat tenaga tetap memunculkan ekspresi yang pas, supaya si bocah tetap tertarik dan mendengar. Untungnya meskipun si bocah dengan kesibukannya, ia tetap mendengar dan merespon mamah. Mungkin sebagai bahan evaluasi, di dongeng selanjutnya mamah harus lebih interaktif di tengah-tengah cerita, sambil menyisipkan pertanyaan, supaya konsentrasi si bocah tetap dalam kendali ☺️
#tantangan10hari
#level10
#kuliahbunsayiip
#GrabYourImagination

Komentar
Posting Komentar