Mental untuk mengelola financial
![]() |
| Si bocah yang selalu ngantuk tiap mau dibacakan buku |
Rupanya seharian kemarin si bocah kebanyakan main sampe-sampe begitu nyampe rumah cuma main sebentar dan belum sampai dibacakan buku tentang senang menabung, ia sudah tidur. Begitu pula malam ini. Meskipun masih sempat main dan baca buku, namun si bocah menolak dibacakan buku yang mamah pilihkan tentang suka menabung, ia memilih bukunya sendiri. Mamah pun sadar bahwa si bocah kini sangat independen. Punya pilihan sendiri dan tentu sudah paham cara mempertahankan barang miliknya sendiri. Seperti apa yang diceritakan pengasuhnya di daycare bahwa si bocah tak mau makan hanya gara-gara kotak bekalnya ganti bukan yang seperti biasanya ia bawa. Mamah baru sadar kalau belum sounding soal kotak bekalnya yang baru. Ternyata si bocah sudah paham barang miliknya dan bukan miliknya. Ia berprinsip, tidak akan makan jika bukan dari kotak bekal miliknya 😅
Bisa jadi ini modal yang bagus untuk memulai mengajarkan kemandirian financial. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah mempersiapkan mentalnya untuk mengelola financial. Amanah, bertanggung jawab, jujur, mandiri adalah beberapa karakter mental yang diharapkan.
Secara keseluruhan hal-hal penting dalam menumbuhkan kecerdasan finansial pada anak, diantaranya:
🍓 Penanaman Aqidah
Bahwasannya Rizki adalah pemberian Allah dan bersyukur atas segala rizki yang diperoleh.
🍓 Mindset
Anak harus dipahamkan tentang konsep kebutuhan dan keinginan sehingga kedepannya dapat mengelola keuangannya secara pribadi dengan tanggung jawab.
🍓 Kepekaan sosial
Selain harta yang kita miliki dab manfaatkan, adapula jenis harta yang dititipkan pada kita untuk orang lain yang termasuk dalam hak Allah maupun hak orang lain. Tumbuhkan kepekaan sosialnya agar anak dapat membagi hartanya untuk memenuhi kedua hak tersebut.
🍓 Latih Kemandirian
Melatih kemandirian erat kaitannya dengan menumbuhkan kecerdasan finansial. Melatih kemandirian membuat anak akan terbiasa berupaya untuk mencapai tujuannya.
🍓 Beri Kesempatan Anak untuk Mengelola Uangnya
Ijin anak untuk mengelola uang sakunya sendiri. Sebelumnya buatlah aturan dan komitmen agar anak dapat mengelola uang tersebut dengan baik. Namun orang tua harus tega, tegas dan komitmen dengan perjanjian awal karena terkadang anak menghabiskan uang sakunya dengan lebih cepat.
🍓 Ajak Anak untuk Berwirausaha
Ajarkan anak untuk berwirausaha agar Ia belajar mengembangkan aset miliknya. Selain itu Ia juga akan belajar bagaimana cara bekerjasama dengan tim dan bermuamalah. Hal ini penting bagi anak untuk menumbuhkan kemandiriannya dalam hal finansial.
🍓 Tumbuhkan Mentalnya
Beberapa sifat penting yang wajib dimiliki diantaranya adalah kejujuran, amanah, inovatif dan kreatif, disiplin, tanggung jawab, berani dan optimis
🍓 Jangan Lupa, Teladan
Berbagai upaya menumbuhkan kecerdasan finansial tidak akan maksimal jika tidak ada keteladanan dari lingkungan, terutama dari orangtua. Maka menumbuhkan kecerdasan finansial pada anak sejatinya adalah meluruskan konsep kecerdasan finansial pada diri orangtua.
Referensi:
Keluarga Muslim Cerdas Finansial, Yuria Pratiwhi Cleopatra, S.T., M.Si
*diadaptasi dari Cemilan Rabu Kelas Bunsay#2 Depok
Jika dikaitkan dengan cerita soal si bocah yang tak mau makan dari kotak bekalnya yang baru (yang belum ia kenal), bisa jadi ini memang ciri karakternya yang amanah serta bertanggung jawab terhadap barang miliknya. Mamah sedikit maksa sih ngait-ngaitinnya. Tapi serius, sebaiknya kita sebagai orang tua jangan meremehkan sikap anak yang terlalu fanatik dengan barang-barang miliknya, karena bisa jadi itu adalah fitrahnya untuk amanah dan bertanggung jawab menjaga barang miliknya. Mari hargai prinsip anak sesederhana apapun 😄
#level8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#cerdasfinancial
#rejekiitupastikemuliaandicari

Komentar
Posting Komentar