Titik Balik
"Mulai menulis berarti memperkaya referensi dengan membaca"
Entah kenapa saya menamainya "titik balik". Barangkali dari sini saya akan memulai kembali segalanya. Memulai untuk menulis dan sekedar berbagi ide receh. Hehe. Dulu pernah punya target menulis yang produktif. Namun setelah semua hal yang terjadi di kehidupan, sibuk berkarir, menikah, hamil, punya anak, dan sekarang kembali disadarkan lagi akan pentingnya menuliskan semua ide, insight, insiden, maupun indahnya cerita-cerita perjalanan kehidupan kami. Sekarang sebutan saya telah menjadi kami. Blog yang sejak kuliah dulu saya jadikan tempat sampah, tempat tumpahnya kegelisahan, kegundahan, sekarang barangkali akan berubah jadi tempat menuliskan perjalanan kehidupan setelah saya menikah, kehidupan berumah tangga, parenting journey, dan sebagai emak-emak sejati tentunya sekaligus sebagai kumpulan jurnal perkembangan anak.
Nah tapii, ada kendala yang saya pribadi rasakan ketika memulai untuk menulis. Kurang referensi ! Penyebabnya apa? ya karena saya sudah mulai jarang baca buku. Memang sebaiknya, melatih diri untuk menulis itu harus dibarengi dengan rutin membaca, mencari sumber inspirasi dan referensi, supaya apa yang kita tulis dan mungkin akan dibaca oleh banyak orang, benar-benar valid dan ada sumber yang terpercaya jika dibagi ke ruang publik.
Saya tipe orang yang jika akan menuliskan sesuatu, harus sesuatu yang minimal mengandung informasi dan bisa bermanfaat untuk yang membacanya. Kalaupun mentok lagi pingin posting tapi ngga punya ide caption, ya minimal tulis sesuatu yang tidak bikin risih yang baca postingannya. Meskipun kadang-kadang, ya wes lah pasrah nulis opo wae yang nyepam-nyepam. Tapi yaa saya sendiri sih karena menyadari bahwa saya aja gak suka sama postingan orang yang kadang bikin risih, maka saya sendiri mulai pingin membentuk tulisan yang nggak bikin pusing yang baca dan nggak bikin kapok yang kepoin akun saya (PeDe haha..) Nah jadi, nasehat buat diri untuk memulai menulis (yang juga saya dapet dari tulisan teman-teman lainnya) kayak begini nih :
- Usahakan menuliskan sesuatu yang bermanfaat atau berbagi sesuatu yang positif bagi yang baca. Kalaupun nggak bisa ya minimal tulis sesuatu yang ngga bikin risih yang baca.
- Memiliki referensi yang valid untuk menulis itu perlu. Karena tulisan kita bisa jadi bakal dibaca dan mungkin diacu oleh sebagian orang.
- Referensi didapat dari membaca. Maka sempatkan membaca buku di waktu senggang. Jangan cuma baca medsos dan berita di hape, haha. Ya meskipun baca yang bermanfaat tapi kalo dari hape mulu, bakal merembet ke yang lain pasti, apalagi kalo merembetnya ke medsos, bisa berjam-jam tuh efeknya hihi.
- Ada hati yang harus dijaga, di medsos sih terutama. Insight ini saya dapat pas diskusi bareng ibu-ibu di kelas Bunsay. Betul juga kok. Di medsos ada berbagai macam orang yang bakal baca postingan kita, jadi sebaiknya posting sesuatu yang netral, yang tisak menjurus pada hal tertentu yang membuat sebagian orang tersinggung.
- Menjaga niat untuk rutin menulis. Salah satunya dengan menjadwalkan waktu untuk menulis, dimana kita bisa tenang dan aman (dari si kecil ;p) saat menulis.
- Ikutan aktivitas nya Kelas Menulis IP Depok. Yak, mohon doanya semoga istiqomah yaa..
- Mulai menulis tantangan Kelas Bunsay di blog. Yeayy. Habis ini langsung praktekkin ahh.
Bismillah yaa, semoga bisa istiqomah menulis :)

Komentar
Posting Komentar