Dibalik 'senyum dan sapa'


Sumber gambar : https://www.kompasiana.com/akhmadmukhlis27/senyum-awet-muda-atau-terlihat-tua_

"Kakaaaak...."
"Dadaah kakak...."
Seru si bocah tiap kali melewati gedung sekolah dekat rumah kami pada pagi hari saat jam masuk sekolah. Anak-anak yang dipanggil kakak oleh si bocah tentu saja tak semuanya kenal dengannya. Namun karena sapaan si bocah, beberapa anak tersenyum, gemas dan balas menyapa si bocah, "Haloo, adek cantik...." Hihi....
Tak cuma ketika melewati gedung sekolah, saat kami bersepeda motor di jalan raya, tak jarang si bocah menyapa orang-orang di jalan, apalagi jika ada anak-anak seusianya. Sapaan semacam "kakaaak...", "dadah adek bayiii..." mewarnai sepanjang perjalanan.
Dan orang-orang di sekitar yang memperhatikan tingkah lakunya turut merasa senang, sumringah, lantas tersenyum.
Bahkan, tiap kali selesai makan di restoran, ia tak pernah melewatkan kesempatan untuk dadah-dadah ke pelayan restoran. Dan bisa ditebak, si pelayan restoran yang awalnya mukanya ditekuk jadi sumringah dan ikut tersenyum membalas sapaan "dadah" si bocah :)
Begitulah. Entah belajar dari siapa, aktivitas menyapa telah membuatnya diterima oleh banyak orang bahkan yang merespon pun jadi bersimpatik dan balik menyapa.
Andai saja aktivitas menyapa dilakukan juga oleh orang dewasa dimanapun dan kapanpun, mungkin tak akan ada perselisihan dan tak perlu ada pak polisi di dunia ini #eh :p
Tapi bener kan? Coba bayangkan, andai saja di jalan raya, orang-orang tak memakai helm rapat atau kaca mobil tak tertutup rapat, lalu setiap orang tersenyum dan menyapa lainnya sehingga tak akan terjadi umpat-mengumpat saat jalanan macet atau mungkin juga tak akan terjadi saling mendahului di jalan raya.
Terbayang kan betapa damainya dunia ini berkat sebuah sapaan dan senyuman.
Ada beberapa alasan sederhana mengapa kita harus memulai untuk membiasakan senyum dan sapa.
  1. Senyum dan sapa bernilai ibadah. Tentu saja, karena senyum adalah ibadah yang paling mudah. Allah SWT memberikan keutamaan yang besar bagi mereka yang suka tersenyum dan memasang wajah ceria kepada saudara dan sahabat-sahabatnya. Ini adalah anugrah yang besar yang diberikan oleh Allah SWT. Hanya dengan tersenyum saja maka kita telah dianggap shadaqah dan mendapatkan pahala ibadah dari Allah SWT. Banyak hadis nabi yang menganjurkan untuk tersenyum, salah satunya berikut ini. “Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)
  2. Senyum dan sapa menghilangkan stress. Bagaimanapun buruknya hari ini, tersenyum adalah pilihan yang cerdas untuk dilakukan. Karena dengan tersenyum dan mendapatkan respon dari orang lain, suasana hati akan jadi lebih baik. Atmosfer yang positif akan datang dengan sendirinya dan mampu merubah suasana hati yang buruk.
  3. Senyum dan sapa mencairkan suasana yang kaku. Berada di lingkungan yang baru tentu saja perlu waktu untuk beradaptasi dan menyatu dengan orang-orang di dalamnya. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah, tersenyum dan mulai menyapa orang-orang baru di sekitar kita. Hal tersebut juga akan menarik orang lain supaya membuka interaksi dengan kita yang belum dikenalnya. Kalau interaksi sudah terjadi, suasana akan cair dan untuk melakukan hal-hal lainnya tidak akan terasa kaku.
  4. Senyum dan sapa menambah percaya diri. Tersenyum dan menyapa akan membuat kita diterima oleh orang lain, karena orang lain akan merasa nyaman dengan pembawaan kita. Jika orang lain sudah nyaman, kita akan percaya diri dengan apa yang kita sampaikan (terutama jika itu disampaikan dalam forum yang besar)
  5. Senyum dan sapa membuat aktivitas lebih berkah. Jika kita datang ke suatu tempat dan tersenyum serta menyapa tiap orang, rasanya akan lebih plong bukan. Nah jika rasa plong sudah didapat, maka segala aktivitas yang kita lakukan akan terasa ringan dan mengalir tanpa ada beban. Jika sudah seperti itu, Insyaa Allah keberkahan yang akan didapat.
  6. Senyum dan sapa menarik kebaikan di sekitar kita. Jika kita tersenyum dan menyapa orang-orang yang kita temui, bukan tidak mungkin, mereka akan tersentuh dan berniat untuk memberikan kebaikan pada kita. Bayangkan saja jika pagi-pagi saat beli sayur, karena si tukang sayur merasa senang dan tersentuh dengan senyum dan sapaan kita, maka diberikannya potongan harga yang lumayan untuk belanjaan kita. Senyum dapat mendatangkan rezeki bukan? :)
  7. Senyum dan sapa akan meredakan kemarahan. Jika ada yang marah, cukup tersenyumlah, maka kekuatan senyum akan menunjukkan efeknya. Selain kemarahan mereda, mungkin juga kemarahan akan berganti dengan senyuman :)
Kira-kira tujuh hal sederhana tersebut yang menjadi alasan besar, mengapa harus mulai membiasakan senyum dan sapa. Karena tersenyum adalah hal paling kecil yang dapat dilakukan namun memberikan efek yang besar bagi dunia. Selamat tersenyum :))


*dirangkum dari berbagai sumber 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang perlu dilakukan sebelum memilih sekolah untuk anak

menjaga fitrah lewat berkisah

Bercerita sesuka hati